Dan Liu saat menjalankan tugasnya sebagai ajudan Bupati TTS, Epy Tahun. (Foto: Istimewa)
alterntif text

SoE, Vox NTT-Menjadi ajudan pribadi bagi orang nomor satu di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), tidak pernah menjadi mimpi pemilik nama Danial Arfakat Liu.

“Saya latar belakang ilmu teknik pengairan. Tidak pernah bermimpi jadi ajudan Bupati TTS,” kisah pria yang akrab disapa Om Dan itu saat bincang-bincang dengan VoxNtt.com, belum lama ini.

Kendati demikian, setelah menjadi ajudan Bupati TTS hampir satu tahun ini, Dan mengaku semakin akrab dan sudah terbiasa dengan tugas-tugas yang diberikan.

“Harus full time. Tengah malam pun harus siap laksanakan tugas. Gerak harus cepat dan gesit. Jangan lambat. Apalagi kalau agenda Bapak Bupati lagi padat,” ujarnya berbagi tips.

Selain memastikan keamanan dan kenyamanan pimpinan daerah, tugas Om Dan juga harus melakukan komunikasi dengan masyarakat dan Bupati terkait berbagai jadwal kegiatan pimpinan.

“Kalau jadwal padat maka itu yang butuh ekstra perhatian. Namun sebagai seorang ajudan harus bisa memastikan semuanya berjalan sesuai jadwal,” ungkapnya.

Dan Liu saat menjalankan tugasnya sebagai ajudan Bupati TTS, Epy Tahun. (Foto: Istimewa)

Tugas sang ajudan ini pun bukan hanya sebatas itu. Om Dan, juga harus ekstra tugas lagi mengabadikan setiap momen perjalanan atau kunjungan Bupati ke desa-desa.

Orang mulai mengenal ajudan bertubuh kekar ini lewat laporan-laporan perjalanan yang diunggah pada Group Facebook BUPATI TTS Periode 2019-2024 ini.

Jebolan ITN Malang tahun 1969 ini, mengaku saat merilis Group Facebook Bupati TTS ini, mendapat banyak kritikan karena dia memaklumi masih baru dengan dunia tersebut.

Pria kelahiran SoE, 30 Desember 1969 ini, mengaku, tidak menyerah dengan berbagai kritikan itu.

“Bagi saya, aktivitas Bapak Bupati harus diketahui masyarakat luas. Nah, ini bisa lewat FB,” katanya.

Dan Liu saat menjalankan tugasnya sebagai ajudan Bupati TTS, Epy Tahun. (Foto: Istimewa)

Dan Liu mengatakan, resep agar tetap segar hanya satu mencintai pekerjaan yang sementara dilaksanakan.

“Orang bilang jangan marah-marah, nanti lekas tua. Murah seyum dan tetap mencintai pekerjaan. Membuat saya tetap sehat dan prima. Kalau ada kritikan, saya terima saja, sejauh itu positif. Kalau negatif, tutup telinga. Sederhana saja,” tutupnya.

Penulis: Long
Editor: Ardy Abba