Maksimilus Axsel Taghi, bayi 11 bulan yang tewas setelah menelan biji buah rambutan. (Foto: Istimewa)
alterntif text

alterntif text

Bajawa, Vox NTT- Naas menimpa Maksimilus Axsel Taghi. Bayi berumur 11 bulan asal Dusun Ngorabolo, Desa Taka Tunga, Kecamatan Golewa Selatan, Kabupaten Ngada itu meninggal setelah menelan biji rambutan, Senin (18/05/2020).

Bayi malang itu merupakan buah hati dari pasangan Polikarpus Balu Taghi dan Antonia Titu.

Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Taka Tunga usai diketahui menelan biji buah rambutan. Namun upaya dokter dan petugas medis tak mampu menyelamatkan nyawanya.

Kejadian itu pertama kali dilaporkan oleh dua orang remaja putri yang tengah menjaga korban.

Dikutip folrespos.co.id, kejadian menelan biji buah rambutan oleh Maksimilus terjadi di rumah orangtuanya sekitar pukul 10.00 Wita.

Saat itu, korban sedang bersama ibu dan kedua remaja putri, masing-masing, Anita Bhodo (15) dan Cindi Bupu (12). Keduanya merupakan adik dari ibu korban. Mereka sedang asyik memakan buah rambutan.

Beberapa saat kemudian, korban dititipkan kepada dua remaja putri tersebut karena ibu korban hendak ke kamar mandi.

Markus Mite, kakek korban mengatakan, saat ibu korban sedang berada di kamar mandi, dua remaja putri tersebut tiba-tiba berteriak histeris meminta tolong. Itu karena korban diketahui telah menelan biji buah rambutan.

Sementara, saat kejadian ayah korban sedang dalam perjalanan menuju ke sawah dan diperkirakan berjarak 200 meter dari lokasi kejadian.

Dikabarkan, ayah korban sempat mendengar suara teriakan dari kedua remaja putri itu.

Namun, karena dianggap teriakan biasa, ayah korban lalu terus melanjutkan perjalanan menuju sawahnya di Kecamatan Soa, Kabupaten Ngada.

Setelah mengetahui anaknya menelan biji buah rambutan, ibu korban kemudian mengantarnya ke Pos Kesehatan di Desa itu.

Meski begitu, biji buah rambutan yang diduga tersangkut di tenggorokan bayi malang itu juga tak kunjung diatasi.

Dengan kendaraan pribadi, petugas medis di Pos Kesehatan kemudian kembali mengantar korban ke Puskesmas Ladja.

Saat tiba di Puskesmas Ladja, korban kemudian meninggal dunia sebelum dokter dan petugas medis memasang oksigen.

Kepala Puskesmas Laja Kornelius Roja, membenarkan kejadian tersebut.

Menurutnya, sebelum dokter dan tenaga medis melakukan tindakan medis, nyawa bayi itu sudah tak tertolong lagi.

Korban dilaporkan sudah tidak bernyawa lagi sebelum mendapat pertolongan medis di Puskesmas Ladja.

Penulis: Patrick Romeo Djawa
Editor: Ardy Abba