alterntif text

VoxNtt.com-Mungkin belum banyak yang tahu bahwa sejak zaman dahulu NTT sudah menjadi pusat perdagangan internasional.

Salah satu bukti sejarah menegaskan tentang pelabuhan Warloka di Manggarai Barat, Flores, NTT.

Arus perdagangan di pelabuhan ini melibatkan Cina, Siam, Vietnam bahkan negara-negara Eropa.

Tak hanya pusat perdagangan, dalam penelusuran literatur yang dilakukan Dami, Kraeng Manshur Nera Beang Bombang Palapa mendirikan Kerajaan Todo bermula mendarat dan bermukim beberapa waktu di Warloka ketika tiba pertama kali di bumi Manggarai.

Adak atau kerajaan Todo merupakan salah satu kerajaan terbesar selain Cibal, yang dulu gencar melakukan ekspansi di Manggarai.

Dalam penggalian arkeologis Tim Peneliti Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, didapatkan penemuan keramik asing asal Cina, Vietnam, Siam dan Eropa.

Penemuan ini berhasil mengidentifikasi beberapa fakta sebagai berikut:

Pertama, 38 persen dari penemuan keramik berasal dari Cina Sung abad 10-13.

Kedua, 20 persen keramik Cina Yuan dari abad 13-14.

Ketiga, 27 persen keramik Ming abad 14-17.

Keempat, 0,91 persen keramik Cing abad 17-19.

Kelima, 5,11 persen keramik Vietnam abad 14-15,

Keenam, 7,43 persen keramik Siam abad 14-16.

Ketujuh, 0,15 persen keramik asal Eropa abad 18-19.

“Dapat disimpulkan bahwa perhubungan dagang internasional pelabuhan Wareloka dengan wilayah jauh (Cina, Vietnam, Siam) secara langsung ataupun tak langsung lebih maju dan intensif pada abad 14-17” demikian tulis Dami N. Toda.

Menurut Dami, arus perhubungan dagang keramik luar negeri itu sangat konstan berlangsung sejak abad 10 hingga abad 17. Kemudian menurun secara drastis sesudah abad 17 dan berganti peran dengan keramik Eropa pada abad 18-19.

Berikut ulasan lengkap tentang misteri di balik hilangnya pelabuhan tersebut.