Kepala sekolah SMAN 1 Aesesa, Ambrosius Biku bersama guru dan wali kelas saat melakukan pembagian laporan hasil pendidikan kepada para siswa (Foto: Patrick/Vox NTT)
alterntif text

Mbay, Vox NTT- Selama masa pandemi Covid-19, manajemen sekolah harus terus berinovasi agar tetap berinteraksi dengan siswa.

Inovasi tersebut baik menerapkan kegiatan pembelajaran maupun melakukan pembagian laporan hasil pendidikan.

Di Kabupaten Nagekeo, para guru harus rela berkeliling kabupaten agar tetap berinteraksi dengan siswanya.

Hal ini dilakukan pihak sekolah sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah dalam menerapkan protokol kesehatan selama masa pandemi Covid-19.

Salah satu sekolah yang melakukan itu adalah Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Aesesa, Kabupaten Nagekeo.

Sabtu, 20 Juni 2020, puluhan guru dan wali kelas rela melakukan perjalanan puluhan kilometer hanya untuk melakukan pembagian laporan hasil pendidikan kepada para siswa SMAN 1 Aesesa.

Informasi pembagian rapor sebelumnya telah disampaikan pihak sekolah melalui WhatsApp Group.

Para siswa pun diminta untuk menunggu kendaraan pengangkut guru dan bahan ajar di sepanjang rute yang akan dilalui bus sekolah yang di-carter pihak sekolah, baik di dalam maupun di luar kota.

Sebelum membagikan rapor, seluruh siswa diperiksa suhu tubuhnya, mencuci tangan dan tetap mengenakan masker.

Selain menerima rapor, murid juga diberi masker dan mendapat arahan khusus dari para wali kelas.

Kegiatan pembagian masker dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah SMAN 1 Aesesa, Ambrosius Biku.

Ambrosiu mengatakan, selama masa pandemi Covid-19, pihak SMAN 1 Aesesa terus berupaya keras untuk menerapkan proses pembelajaran kepada para siswa.

Kendalanya, kata dia, sebagian besar dari siswa SMAN 1 Aesesa belum memiliki smartphone android.

Yunita Sarina Side, salah satu siswa kelas 11, asal Kecamatan Nangaroro kepada VoxNtt.com mengaku rindu dengan suasana sekolah.

Dia berharap pandemi Covid-19 segera berakhir agar mereka dapat berkumpul kembali bersama siswa lain dan para guru.

Penulis: Patrick Romeo Djawa
Editor: Ardy Abba