Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Termotivasi Mengubah Karang Menjadi Sawah, Kadis di Ende Ini Ajukan Pensiun Dini
HEADLINE

Termotivasi Mengubah Karang Menjadi Sawah, Kadis di Ende Ini Ajukan Pensiun Dini

By Redaksi7 Juli 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Ende, Johanis Nislaka (Foto : Welano)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Johanis Nislaka (54), Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Ende berencana pensiun dini dari aparatur sipil negara. Administrasi pengajuan pensiun kini sedang diurus sejak awal Juli 2020. 

Keputusan ini ia ambil dalam rangka mengikuti kontestan pemilihan Kepala Desa Kuan Heum, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Johanis ingin mengubah batu karang di wilayah itu menjadi kawasan persawahan.

“Saya sedang proses administrasi untuk pensiun dini. Saya pensiun dini untuk satu jabatan, apa itu, jabatan menjadi kepala desa,” kata Johanes, Selasa (07/07/2020) pagi di Ende.

Ia menyatakan, kepala desa ialah jabatan yang sangat mulia untuk kepentingan masyarakat lebih dekat. Kedekatan itu terlebih memberikan edukasi dalam ruang lingkup lebih kecil, seperti di tingkat desa agar mudah terkontrol.

Mantan Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Ende ini menjelaskan bahwa Desa Kuan Heum adalah kawasan yang mayoritas dikuasai batu karang.

Ia mengaku ingin menghabiskan sisa waktunya dengan mengubah batu karang menjadi daerah persawahan di wilayah itu.

“Ya, ada banyak cara untuk membuat sawah di daerah itu. Kita semua tahu kalau wilayah Kupang banyak karang. Kita bisa mengolah itu menjadi lahan pertanian,”tutur dia.

Johanis menambahkan, keputusan untuk mengundurkan diri dari ASN dan ingin menjadi kepala desa bukan sebagai bentuk pencitraan. Namun, sikap itu diambil olehnya berdasarkan peluang otonomi desa dalam regulasi tentang desa.

“Caranya bagaimana, otonomi desa inilah yang kita lakukan. Nah, dana desa ini kalau dimanfaatkan secara baik, maka tujuannya pasti akan tercapai,”tutur dia.

“Saya mau katakan begini teman-teman, sesuatu yang saya buat dan kemudian orang lain yang bahagia, itulah tipe saya,”tambah Johanis.

Ia memastikan bahwa proses pengajuan pensiun dini akan dilakukan dalam waktu dekat. Dirinya saat ini sedang menyiapkan berkas untuk kepentingan pengunduran diri itu.

Penulis : Ian Bala

Editor: Irvan

Ende
Previous ArticleDua SPBU akan Dibangun di Matim dan Ngada
Next Article Setwan DPRD NTT Salurkan 1 Ton Beras untuk 4 Panti Asuhan di Kupang

Related Posts

Manggarai Timur Hadapi Lonjakan Bunuh Diri, Dinas Sebut Peran Ayah Perlu Diperkuat

2 Juli 2026

Reses di Manggarai Timur, Siena Katarina Bantu Pembangunan Gereja Stasi Bangka Jari

1 Juli 2026

Puluhan Tahun Bertaruh Nyawa, DPRD Desak Jembatan Permanen di Wae Musur

30 Juni 2026
Terkini

Camat Reok Cup III Siap Bergulir Pertengahan Juli

2 Juli 2026

Manggarai Timur Hadapi Lonjakan Bunuh Diri, Dinas Sebut Peran Ayah Perlu Diperkuat

2 Juli 2026

Masyarakat Harus Gunakan Lahan untuk Porang, Bukan untuk Tambang

1 Juli 2026

Reses di Manggarai Timur, Siena Katarina Bantu Pembangunan Gereja Stasi Bangka Jari

1 Juli 2026

Satreskrim Polres Mabar Selesaikan Kasus Penipuan Wisatawan Malaysia lewat Restorative Justice

1 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.