Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Wisuda Virtual Unflor, Kala Orang Tua Diberi Mandat Memindahkan Toga
HEADLINE

Wisuda Virtual Unflor, Kala Orang Tua Diberi Mandat Memindahkan Toga

By Redaksi18 Juli 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Orangtua Karlina sedang memindahkan tali toga saat acara wisuda virtual Universitas Flores pada Sabtu (18/07/2020). (Foto : Ian Bala/VoxNTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Orang tua wisudawan Universitas Flores di Ende, NTT merasa terharu usai memindah tali toga (kucir) anak-anak mereka.

Kewenangan itu diberikan oleh pihak Kampus kepada para orangtua dalam prosesi wisuda secara virtual, Sabtu (18/07/2020) siang.

“Kami merasa terharu dan ini pengalaman yang berharga bagi kami sebagai orangtua,” tutur Sebastianus Sawu (49), warga asal Desa Watukamba, Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende.

Sebastianus memahami prosesi wisuda virtual digelar dampak dari pandemik Covid-19. Terhadap kondisi ini, ia mengucap terima kasih kepada pihak kampus atas tata cara alternatif yang dipilih yakni wisuda virtual.

“Ya, kami juga mengikuti semua tata cara pelaksana tadi. Kami menyaksikan dan saya sendiri yang pindah tali toga. Saya terharu pak,” ungkap pria itu.

“Dengan keadaan begini, jadi kami sangat terima kasih. Ini keputusan kampus, jadi kami sangat puas,” sambung Yohana Rona (46), istri Sebastianus.

Sementara Karlina Jumba, wisudawati Program Studi Akuntansi memberi kesan puas upacara wisuda virtual. Menurutnya, prosesi macam itu baru pertama kali ia alami.

Upacara wisuda virtual selesai, Karlina bersama orangtuanya Sebastianus dan Yohana pose bersama (Foto : Ian Bala/VoxNTT)

Karlina berharap agar wabah Covid-19 cepat berlalu agar aktivitas dapat kembali normal seperti biasanya.

“Ya, bapak saya sendiri yang pindah tali toga. Saya cukup puas. Harapan saya agar Covid-19 ini cepat selesai dan wisuda kali berikut tidak lagi secara online,” katanya.

Rektor Universitas Flores, Simon Sira Padji sebelumnya mengatakan, pemindahan tali toga atau kucir oleh orangtua secara legalitas dapat disahkan.

Tradisi pemindahan tali toga dari kiri ke kanan, kata dia, sebenarnya hanya sebagai tanda simbolis di lembaga perguruan tinggi yang artinya para lulusan sarjana tidak hanya menggunakan otak kiri, melainkan lebih banyak menggunakan otak kanan di tengah masyarakat.

“Itu simbolis saja setiap kali wisuda. Kan, kita tahu bahwa otak kiri itu identik dengan perasaan, emosional. Kalau otak kanan itu soal pengetahuan. Nah, itu yang para lulusan sarjana terapkan ke masyarakat,” tutur Rektor Simon.

Ia menuturkan bahwa wisuda virtual dilakukan untuk mengurangi kepadatan orang akibat Covid-19. Keputusan tersebut telah disetujui pihak Dikti.

“Ini semua karena Covid-19 sebenarnya,”ucap Simon.

Penulis : Ian Bala

Editor: Irvan K

Ende Universitas Flores Wisuda Virtual
Previous ArticleCerpen: Antara Doa dan Perjuangan
Next Article Balita dan Anak Asal NTT Dipenjara di Malaysia, Salah Satunya Bayi 8 Bulan

Related Posts

Perjuangan Mama Sebina: Bertahan Hidup, Sekolahkan Anak di Tengah Kemiskinan Manggarai Timur

25 Februari 2026

STIPAR Ende Bekali Calon Wisudawan lewat Seminar Akademik

13 Februari 2026

PLN Sigap Tangani Kebakaran Gudang Logistik di Flores Barat

27 Januari 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.