Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Antologi Puisi Yanri Ona
Sastra

Antologi Puisi Yanri Ona

By Redaksi24 Oktober 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi (Foto: Ist)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Tinggal

Dunia tak seperti biasanya

Tangisan terus bergemuruh

sunyi masih membalut.

Tinggallah,

Biarlah engkau tinggal dan melihat tapak-tapak duka dari balik liang jendela.

Tinggallah

Walau sudah seperti biasanya dunia berjalan,

sudah bersama dalam jarak dunia melangkah.

Tinggallah,

Biarlah jarak menuai rindu,

dan rindumu dalam jarak adalah persembahan puisimu kepada Tuhan bagi dunia.

Tinggallah,

Sebab jarakmu adalah obat bagi dunia,

Tinggallah,

Walau air mata terus mengalir mengiringi bait-bait doa,dan lagi air mata yang tumpah mengantar pulang raga pada tanah,

Tinggallah dan berdoalah,

“Bersabdalah Tuhan,maka kami umatmu akan sembuh”

                           

                                                      Ritapiret, Juni 2020.

Bingung

-perihal tanya yang hadir seputar akal.

 

Kemarin sore di sudut kamar,

Rokok terbakar dan asap mengepul…

Abu jatuh dan luruh di lantai,

“Kenapa rokok terbakar dan jadi abu?”, tanyaku bingung.

“Pada waktunya,kau juga akan jadi debu…”

 

                                        Nita, 2020

 

Ora pro nobis

-ibu,inilah anakmu

Masih pagi,

Masih sunyi,di sudut paling sepi

Aku selalu menitip doa 

Pada butir-butir kontasmu…

 

                     Maumere, Oktober 2020

Pulang

-in Memoriam

 

Kau telah kembali,

Kau telah berpulang,

Gerimis yang mengalir di dinding pipi memang tak menepis perih,hujan yang ramai dengan suara-suara kehilangan tak akan membangunkan tubuhmu yang terlanjur kaku…

Hanya bunyi doa,merapal harap 

Semoga kau Berbahagia…

 

Ritapiret, awal Oktober 2020

Penulis dilahirkan dan besar di Maumere. Suka puisi. Sedang belajar. Tinggal di Nita.

Yanri Ona
Previous ArticleCerpen: Kisah Kemarin Malam
Next Article Mama Aku Rindu-Antologi Puisi Patrick Poto

Related Posts

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026
Terkini

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.