Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Menumpuk hingga di Luar Gudang, Garam di Sabu Terancam Kembali jadi Air Laut di Musim Hujan
Ekbis

Menumpuk hingga di Luar Gudang, Garam di Sabu Terancam Kembali jadi Air Laut di Musim Hujan

By Redaksi2 November 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi garam yang menumpuk di luar Gudang di Kabupaten Sabu Raijua. (Foto: Ist).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Seba, voxntt.com-Tata kelola garam industri di Kabupaten Sabu Raijua (Sarai) sungguh memprihatinkan. Saat ini, ada belasan ribu ton garam menumpuk di gudang. Bahkan menumpuk hingga di luar-luar gudang, lantaran belum terjual.

Penjabat Bupati Sabu Raijua, Ferdy Kapitan kepada wartawan beberapa waktu lalu mengaku ada sekitar 14 ribu ton garam industri di Sarai yang belum terjual hingga saat ini. Akibatnya, garam menumpuk sampai di luar gudang.

Kini, para pegawai Disperindag dan pekerja yang mengurus tambak garam di Sarai dilanda kecemasan, sebab musim hujan sudah di depan mata. Jika garam tidak segera terjual dan masih menumpuk di luar gudang, maka garam-garam tersebut terancam kembali jadi air laut.

“Kalau hujan, sudah pasti garam akan kembali jadi air laut. Terpal sudah diadakan tapi tidak cukup, karena garam yang diproduksi cukup melimpah,” ujar salah satu pegawai di Disperindag Sarai yang tidak mau namanya disebutkan.

Menanggapi persoalan ini, anggota Komisi III DPRD Sarai, Lazarus Riwu Rohi kepada wartawan Sabtu (1/11/2020), mengatakan, tata kelola garam di Sarai memang sudah tidak becus sejak beberapa tahun terakhir. Padahal, dana yang digelontorkan untuk membangun tambak garam cukup besar, dengan harapan agar sektor ini bisa memberikan kontribusi bagi daerah dalam bentuk PAD.

Menurut Lazarus, menumpuknya garam industri di gudang, jelas membuktikan bahwa pemimpin Sarai saat ini tidak punya kemampuan untuk membangun jaringan pasar agar garam di Sarai bisa dipasarkan ke luar daerah secara lancar dengan harga yang kompetitif.

“Selama ini hanya harap Gubernur, terus pemimpin Sarai buat apa saja? Ini produk unggulan lokal, jadi pemimpinnya harus kreatif untuk membangun jaringan pasar. Kalau tidak, jangan heran kalau garam kembali jadi air laut,” sebut Lazarus yang juga Sekretaris Fraksi PDIP DPRD Sarai.

Pilkada serentak 9 Desember, lanjut Lazarus, adalah kesempatan yang baik bagi masyarakat Sarai untuk memilih pemimpin yang punya visi untuk menuntaskan persoalan-persoalan di atas. “Kalau sudah seperti ini, apa yang kita mau pertahankan,” ungkapnya (VoN)

Ferdy Kapitan Garam Sabu Sabu Raijua
Previous ArticleBeragam Tanggapan terkait Wacana dr. Domi Mere Jadi Wakil Bupati Ende
Next Article Deno-Heri Memanggul Beban Bosan

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.