Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KOMUNITAS»Pastor Asal Jerman Wafat di Nagekeo, Uskup Vinsen: Beliau Mengajarkan Kerja Keras
KOMUNITAS

Pastor Asal Jerman Wafat di Nagekeo, Uskup Vinsen: Beliau Mengajarkan Kerja Keras

By Redaksi16 November 20204 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Jenazah Pastor Josef W. Wiese disemayamkan di Gereja Boanio (Foto: Charles Jupa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Pastor Josef Wilhelmus Wiese, SVD menghembus napas terakhir pada Sabtu (14/11/2020) pagi di Klinik Pratama Susteran KFS Ratedosa, Mbay, Kabupaten Nagekeo. Ia adalah pastor asal negara Jerman yang sudah 58 tahun bertugas di Flores, Nusa Tenggara Timur.

Jejak utusan pelayanan di Flores-Indonesia memang sudah terekam oleh umat basis tempat ia mengabdi. Sejak tahun 1962, pastor ini justru dikenal sebagai tokoh pembangunan.

Sebelum meninggal dunia, pastor Josef memang melepas banyak kenangan baik untuk umat Boanio maupun umat Ndora, Nagekeo. Hal itu terbukti dengan catatan riwayat yang dibacakan saat misa requiem serta riwayat oleh petinggi gereja.

Mengenai sosok pastor Josef Wiese dalam pengabdian perutusan sebagai Imam Katolik, diuraikan Uskup Agung Ende Mgr. Vincentius Sensi Potokota, Pr dalam upacara perayaan misa requiem di Gereja Boanio, Minggu (15/11/2020) siang.

Uskup Sensi menyebutkan Pastor Josef telah meninggalkan banyak hal positif terhadap umat di Keuskupan Agung Ende sebelum ia tutup usia. Almarhum ialah orang Jerman yang telah membangun masyarakat Flores dan Indonesia secara umumnya.

Untuk itu, Uskup Sensi mengajak seluruh umat agar selalu bersyukur atas pengabdian pastor yang meninggal pada usia ke-88 itu. Ucapan syukur sebagai tanda penghormatan terhadap almarhum yang telah bekerja keras membangun umat di Flores dan Indonesia.

“Pater Yosep ialah pastor besi beton dan pastor semen. Kenyataan begitu, bangunan memang ada. Tapi itulah bagian dari dia temukan, dia cari. Itulah hidup yang utuh, hidup yang berkecukupan dan berlimpah kalau boleh,” tutur Uskup Sensi di akhir misa requiem.

Uskup Sensi menambahkan Pastor Josef telah membelah dan mempertahankan kemartabatan sejak bertugas di Indonesia. Ia mengajarkan kepada umat tentang cara bekerja keras, cara mengasihi sesama umat manusia.

Suasana perayaan misa requiem Pastor Josef W. Wiese yang dipimpin Uskup Agung Ende Mgr. Vincentius Sensi Potokota, Pr (Foto: Charles Jupa)

Terhadap jasa-jasanya itu, Uskup Sensi mengajak umat agar tidak lupa berterima kepada almarhum dan kepada SVD telah menyiapkan Pater Josef untuk pelayanan.

“Terima kasih kepada umat yang tidak lupa terhadap jasa-jasa Pater Josef seperti kacang tidak lupa kulit.Terima kasih terhadap Pater Josef atas pengabdiannya di tengah-tengah kita. Terima kasih kepada SVD telah menyiapkan Pater Josef untuk melayani umat. Terima kasih kepada Tuhan yang dengan karya besar-Nya melimpah kepada umat melalui Pater Josef,” kata Uskup Sensi.

Mengenai tugas dan pelayaan Pater Yosef juga diungkapkan Bupati Nagekeo dr. Yohanes Don Bosco Do. Menurutnya, almarhum telah mengajarkan identitas terhadap umat dan masyarakat Nagekeo.

Bupati Don menyatakan selama mengabdi di Paroki Ndora dan Boanio, Pater Josef mengajarkan umat dan masyarakat untuk dapat mengenal diri sendiri.

“Mengajarkan umat untuk bekerja keras dan mengenal diri sendiri. Pater Josef mengajarkan kita tentang identitas dari zaman dulu dimana hidup kita masih susah payah,” kata Bupati Don.

“Sebagai umat, kami sangat berterima kasih atas jasa-jasanya. Almarhum sudah meninggalkan banyak hal kepada kita, untuk itu kami berterima kasih dan mendoakan agar diterima di sisi Tuhan,” lanjut dia.

Sementara Provinsial SVD Ende, Pater Lukas Jua menjelaskan pada Agustus 1962 Pastor Josef Wiese memulai belajar berbahasa Indonesia di Mataloko. Ia kemudian ditugaskan sebagai pastor pembantu di Paroki Boawae pada tahun 1963-1964.

Tahun 1964 Pastor Josef ditugaskan sebagai Pastor Paroki Ndora hingga tahun 1981. Kemudian Pastor paroki Wekaseko merangkap Paroki Boanio pada September 1981 sampai November 1991.

Tahun 1991-1992 Pastor Paroki Boanio merangkap Paroki Ndora dan Pastor Paroki Boanio pada Tahun 1992 hingga Mei 1998. Pastor Josef menjalani masa pensiun sambil bertugas sebagai pastor pembantu Paroki Boanio pada Tahun 1998-2003. Kemudian pensiun murni tanpa tugas lagi pada 2004 hingga sekarang.

Pater Lukas menerangkan, almarhum telah berjanji untuk menghabiskan masa hidup di Paroki Boanio. Untuk itu, SVD mengucapkan terima kasih kepada seluruh umat yang telah mengenangnya selama masa pelayanan di Nagekeo.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

 

Ende
Previous ArticlePanwascam Wae Ri’i Lantik 60 Pengawas TPS
Next Article Mengenal “Mata Manuk”, Motif Songket Khas Manggarai Barat yang Resmi Terdaftar di Kemenkumham

Related Posts

Romo Julivadis Tanto: Fasilitator Katekese Bukan Penguji Umat, tetapi Sesama Peziarah Iman

14 Februari 2026

STIPAR Ende Bekali Calon Wisudawan lewat Seminar Akademik

13 Februari 2026

GAMKI NTT Luncurkan Orela TV, Angkat Isu Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

11 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.