Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Hal-Hal yang Saya Ketahui Setelah Membaca Kita Suci-Antologi Puisi Rey Baliate
Sastra

Hal-Hal yang Saya Ketahui Setelah Membaca Kita Suci-Antologi Puisi Rey Baliate

By Redaksi29 November 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Hal-Hal yang Saya Ketahui Setelah Membaca Kita Suci

Filter

Kecantikan adalah batu sandungan rahasia

Seperti firaun mengejar bangsa Israel dengan gemetar

Dan tenggelam dalam biru laut yang tak sengaja.

 

Nuklir

Kau memalingkan wajah ke arah sodom dan gomora

Yang menyala. Sementara di langit, tuhan mengambil garam

Pada laut dan menangis. Sesudahnya, hanyalah tiang garam

Dan beberapa pura pura yang tak seharusnya ada.

 

Hoaks

Ular yang menyembur bisa ke dalam llidahmu

Adalah ular yang menjebak hawa

Di taman eden.

 

Demo

Kau memungut remah roti dari bawah meja.

Tak satupun yang kau santap.

 

Tik(Tok)

Sebelum kau menyungkil selumbar

Balok pada mata kananmu, seekor anjing

Tengah mencari tulang pada mata kirimu.

 (Nita, 2020)

 

Menutup Mata

Kita tak pernah

Benar benar tertidur.

Hanya menutup mata.

 

Membiarkan imaji menceraiberaikan

Mimpi kita seperti domba domba

Berlari ketakutan

 

Menunggu disembelih satu per satu

(Bukan sebagai kurban bakaran)

 

Sebagai kurban setelah penyaliban :

Dalam ingatan.

Tempat kita mengenal kita.

 

Debu tanah.

(Nita,2020)

 

Hujan

Musim hujan kali ini

Diawali dengan handphone yang menyentuh tanah.

Lalu pecah.

 

Kubuang pecahannya, ke tempat sampah.

Tetapi tempat sampah itu menolak

Katanya, aku terlalu merindukan kemarau.

 

Sesudahnya, karena tak ada tempat untuk

Membuangnya, handphone pecah itu kutaruh

Di bawah bantal kepala.

 

Barangkali ketika terbangun dari pagi

Ia bukan lagi handphone pecah

Tapi handphone utuh yang

Sulit menyentuh tanah :

Ketika, air.

Pada mata. Bukan apa apa.

Musim hujan tiba !

(Nita,2020)

Halaman Terakhir

Kata keluar kota mencari tempat hiburan.

Klausa dan frasa bermain catur di tepi jalan.

Sementara kalimat telah lelah dan sebentar

Lagi merencanakan liburan.

 

Tapi puisi, tidak kemana mana.

 

Ia malas bergerak, malas beraktivitas,

Malas melakukan segalanya.

 

Hanya duduk diam di kursi hasil

Kerja kerasnya. Ia duduk dengan diam.

Hingga menemukan jati dirinya, Bunyi

: sunyi (Kau).

(Nita, 2020)

* Rey Baliate, adalah alumnus Seminari St. Rafael. Beberapa puisinya pernah tergabung dalam antologi bersama Menenun rinai hujan (Sebuku.net, 2019) bersama Sapardi Djoko Damono dan penulis terpilih Indonesia,  Potret kehidupan (Antlitera,2020) dan Perjamuan perempuan tanah garam (Mbludus.com). Ia sedang melanjutkan studinya di STFK Ledalero-Maumere. Ia bergiat di komunitas Djarum Scalabrini dan Komunitas Sastra Candramawa.

Antologi Puisi Puisi Akhir Pekan Rey Baliate
Previous ArticleLelaki Tua Di Tepi Jalan-Cerpen Riko Raden
Next Article Tak Punya Jaringan Internet, Visitasi Akreditasi Virtual SD Katolik Waturaka Terganggu

Related Posts

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.