Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Setahun Tutup Karena Pandemi, Begini Kabar Istana Kerajaan Amarasi di Kabupaten Kupang
HEADLINE

Setahun Tutup Karena Pandemi, Begini Kabar Istana Kerajaan Amarasi di Kabupaten Kupang

By Redaksi25 Maret 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Istana Kerajaan Amarasi di Kabupaten Kupang, NTT
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, VoxNtt.com-Robert Koroh sedang duduk dengan santai di rumah tuanya. Tangan kirinya dibiarkan melenggang, sementara tangan kanannya mengapit rokok di sela jemari.

Seluruh rambut di kepalanya telah memutih, menampilkan rentang usia yang telah dilewati. Kendati begitu, sorot matanya masih amat tajam dan dalam. Lelaki berusia 84 tahun itu tampak masih tegap dan sangat energik.

Robert adalah ahli waris Istana Amarasi saat ini. Istana yang terletak di Kelurahan Teunbaun, Amarasi Barat, Kabupaten Kupang itu, kini dikelola oleh keluarganya.

Robert adalah ahli waris Istana Amarasi 

Sebelum berstatus sebagai cagar budaya pada tahun 2004, istana Amarasi telah membuka pintunya sebagai pusat informasi budaya. Sebagai warisan kebudayaan, Istana Amarasi menyimpan berbagai peninggalan barang pecah belah, juga beragam benda pusaka.

Ketika diwawancarai oleh VoxNtt, Minggu, (14/03/20), Robert menerangkan bahwa istana Amarasi terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar ataupun meneliti tentang kebudayaan di Amarasi.

“Banyak peneliti datang dari luar negeri ke sini untuk penelitian. Ada yang dari Jerman, Austria, macam-macam,” imbuh Robert. Kendati demikian, Lanjut Robert, meskipun terbuka, istana tidak berurusan dengan perkara politik.

“Misalnya, kalau ada calon gubernur atau calon DPR mau datang ke sini untuk kampanye, kita tidak ikut campur,” tandasnya.

Situasi Kini

Sebelum pandemi Covid-19 mendera, Istana Amarasi membuka diri bagi wisatawan, baik lokal sampai manca negara. Kegiatan tenun ikat Amarasi, pewarnaan kain, serta pegelaran kesenian biasanya berpusat di istana.

Namun, semenjak pandemi merebak, istana Amarasi telah menutup pintunya dan tidak menerima pengunjung yang datang. Kegiatan kesenian pun tidak lagi dilakukan seperti sebelumnya. Aktivitas istana diberhentikan sejak Februari 2020 lalu.

”Karena covid, juga karena sudah ada kesepakatan dengan biro perjalanan, kami tutup sejak tahun lalu. Sekarang masih belum buka,” ungkap Robert dengan tenang.

Untuk diketahui, sebelumnya Istana Amarasi sempat melakukan pemugaran pada bulan Desember 2019 sampai Maret 2020. Pemugaran dilakukan pada bagian genteng, juga mengganti plafon yang rusak.

Meski keadaannya kini tampak sepi seolah tak berpenghuni, gedung yang dibangun sejak tahun 1940 itu tetap terawat dan dijaga dengan baik oleh pengelolah iastana. Bangunan yang berdiri sebelum kemerdekaan Indonesia itu tetap kokoh menancapkan tiangnya di tubuh bumi.

Di akhir perjumpaan Tim VoxNtt dengan Robert, ia mengungkapkan harapannya agar warisan sejarah ini dapat terus lestari.

“Semoga dia (istana) lestari. Dijaga dan dilindungi oleh Undang-Undang sehingga bekas peninggalan raja ini tetap ada,” katanya. Ia juga berharap agar situasi akan menjadi lebih baik ke depannya.

Penulis: Erik Lova

Editor: Irvan K

Kabupaten Kupang Kerajaan Amarasi
Previous ArticleTiga Terdakwa Kasus Korupsi Dana Desa Tautpah TTU Divonis Berbeda, JPU Ajukan Banding
Next Article Tiga Anggota DPRD Rote Ndao Diciduk Polisi Saat Judi di Ruang Paripurna

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.