Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Katanya Malam Minggu Malam Panjang, Kutitip Saja Rindu Untukmu
Sastra

Katanya Malam Minggu Malam Panjang, Kutitip Saja Rindu Untukmu

By Redaksi26 Juni 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

*Puisi

Katanya Malam Minggu Malam Panjang, Kutitip Saja Rindu Untukmu

Oleh: Yohanes Boli Jawang

Lagi-lagi malam minggu

Sesudah mentari berhembus di ufuk barat

Selepas sabtu,

Malam minggu datang lagi

Kusuguhkan lagi secangkir teh,

Malam ini dari bukit indah

Katanya malam ini malam panjang

Ku coba menyusuri malam di balik gelap

Dalam kesendirian, berteduh di bawah redupnya rembulan

Tidak ada yang lebih indah dari kesendirian

Kuhibur malam dalam sepi

Lalu aku mulai merayu rindu padamu

Dari keuhan,

Di antara bintang malam

Berharap hembusan angin malam

Tuk sebisa mungkin ku titipkan rindu yang pernah ada

Kita lukiskan malam minggu dalam waktu

Waktu tak pernah mendahului

Malam minggu,

Kutitipkan saja untuk dia

@Pemulung Kata

@Bandung, dari Bukit St. Yosep

La Mia Rosa, La Mia Vita

Bisakah kamu untuk sebelumnya, mengatakan sesuatu

Alat penampi sudah di tanganmu,

Lebih-lebih di saat semuanya akan datang

La Mia Rosa,

Mentari akan menjadi penghalang

Memudarkan warna yang makin kusut,

Tapi aku akan melihat pada hal yang masih sama

La Mia Vita,

Padi sudah ditampi

Tak perlu harus ber-air mata

Biarkan alam selalu melukiskan kisah 

#Pemulung Kata

&

Musim penghujan hampir tiba

Ada rindu yang sudah menanti

Pagi adalah tentang sebua keindahan

Selagi embun masih menghinggapi dedaunan

Mulai jatuh berlahan dan hilang

Pagi itu,

Di sudut taman,

Mawar jingga mulai tersenyum menyambut hari penuh ceria

#Pemulung Kata

&

Entah kenapa, aku lebih suka menyebutnya demikian

Sesudah perjumpaan itu,

Rasa-rasanya candu menjadi semakin membara

Bisakah kamu mengatakan sesuatu?

Ku ingin pagi jadikan malam dalam sedetik

Rindi mulai berubah jadi rasa

Jumpa sudah ubah jadi rindu

Ajari aku melwati lekuk-lekuk

Bila mungkin izinkan aku bercumbu dalam imajinasi

#Pemulung Kata

Yohanes Boli Jawang adalah Mahasiswa S1 Filsafat Univesitas Parahyangan Bandung

Yohanes Boli Jawang
Previous ArticleKapolres Manggarai Dalami Kasus Judi Sabung Ayam yang Diduga Libatkan Perwira Polisi
Next Article Ada Cerita dari Pantai Pasir Putih

Related Posts

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026
Terkini

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.