Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Pemkab Mabar akan ‘Merumahkan’ Ribuan Teko, Pengamat Sebut Kebijakan Tidak Populis
Regional NTT

Pemkab Mabar akan ‘Merumahkan’ Ribuan Teko, Pengamat Sebut Kebijakan Tidak Populis

By Redaksi30 Juli 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pengamat Politik asal Undana Kupang, Yohanes Jimmy Nami
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Pemkab Mabar) akan memecat ribuan tenaga kontrak (teko) daerah dalam waktu dekat.

Pemkab Mabar memecat ribuan teko dengan alasan untuk melakukan efisiensi penggunaan anggaran.

Menanggapi hal itu, Pengamat Politik Yohanes Jimmy Nami mengatakan, kebijakan ‘merumahkan’ teko di tengah situasi tekanan ekonomi masyarakat memang kebijakan tidak populis dan dilematis bagi Pemkab Mabar.

“Memang kondisi keuangan Pemkab saat ini bisa dikatakan dalam situasi kurang sehat dampak dari pandemi Covid-19 dan pemberlakuan prokes. Kebijakan ‘merumahkan’ teko di tengah situasi tekanan ekonomi masyarakat memang kebijakan tidak populis dan dilematis bagi Pemkab Mabar,” ungkap Jimmy saat dihubungi VoxNtt.com, Jumat (30/07/2021).

Karena itu kata Jimmy, rencana tersebut perlu ada kalkulasi yang baik oleh Pemkab Mabar. Perlu dikaji dari berbagai aspek.

“Jangan sampai kebijakan ini akan menimbulkan dampak yang lebih besar bagi kerja birokrasi Mabar maupun akan menimbulkan kerawanan sosial baru di masyarakat akibat dari meningkatnya angka pengangguran,” ujar dosen Ilmu Politik Undana Kupang itu.

BACA JUGA: Pecat Ribuan Teko, Edi-Weng Ingkar Janji Kampanye?

Di sisi lain, lanjut Jimmy, situasi ini bisa dijadikan momentum untuk meletakkan grand design perencanaan rekrutmen pegawai dalam lingkup Pemkab Mabar.

Dalam banyak situasi kata dia, teko justru punya peran strategis dalam lingkup kerja OPD.

“Dengan merumahkan teko tentu akan berdampak pada kerja birokrasi. Nah, pertimbangan keadaan keuangan daerah juga tetap harus disertai dgn menjaga akselerasi kerja birokrasi Pemkab Mabar,” tegas Jimmy

Jimmy juga mengkritisi terkait janji politik Bupati Edistasius Endi dan Yulianus Weng (Edi-Weng) saat kampanye yang akan menurunkan angka pengangguran.

Menurutnya, situasi ini unpredictable dan tidak ada satu pun pemimpin baik dari level nasional sampai daerah yang mengharapkan ini berkepanjangan.

Karena itu kata dia, secara politik sangat penting bagi Edi-Weng untuk mengkomunikasikan situasi ini kepada masyarakat secara baik.

“Harus gentleman mengakui kalau janji kampanyenya banyak yang belum bisa dipenuhi dalam situasi sekarang ini,” tutupnya.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

Edi-Weng Mabar Manggarai Barat Yohanes Jimmy Nami
Previous ArticleDikukuhkan Jadi Ketua DPD PHRI NTT, Begini Tekad Juvenile
Next Article Meski Tiga Kali Gagal, Kini Kanis Meraup Keuntungan Banyak di Balik Usaha Bawang

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.