Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Cabut Pilar yang Dipasang, Bentuk Perlawanan KMRB Terhadap BPOP Labuan Bajo Flores
Regional NTT

Cabut Pilar yang Dipasang, Bentuk Perlawanan KMRB Terhadap BPOP Labuan Bajo Flores

By Redaksi24 Agustus 20213 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
KMRB didampingi Penasehat Hukum Fransiskus Dohos Dor (sedang memegang dokumen berwarna merah) saat berdiskusi bersama pihak dari KPH setempat, Jumat (20/08/2021)(Foto: Sello Jome /Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Badan Pelaksana Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BPOPLBF) bersama Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) setempat melakukan pengukuran serta pemasangan pilar di kawasan hutan Bowosie, Jumat (20/08/2021).

Sayangnya, proses pengukuran dan pemasangan pilar yang dilakukan BPOPLBF dan KPH mendapat protes keras dari masyarakat yang tergabung dalam Kesatuan Masyarakat Racang Buka (KMRB).

Tidak sampai di situ saja, protes penolakan yang dilakukan oleh KMRB berujung pada aksi pencabutan pilar yang telah dipasang BPOPLBF dan KPH.

Wakil Tu’a KMRB Thomas Ngajang menyebut, aksi yang dilakukan merupakan bentuk perlawanan terhadap BPOPLBF yang telah memasang pilar di lahan yang telah mereka garap.

Menurutnya, sebelum dimulai dan dalam proses pengukuran dan pemasangan pilar, KMRB tidak pernah dilibatkan.

“Siapa yang tidak marah, lahan yang kami garap tiba-tiba dipasang pilar oleh mereka (BPOPLBF dan KPH),” ujarnya kepada awak media.

Dia meminta kepada BPOPLBF agar tidak lagi melakukan proses pengukuran dan pemasangan pilar di kawasan yang telah digarap oleh KMRB.

Hal serupa disampaikan Penasehat Hukum KMRB Fransiskus Dohos Dor yang terlihat turut mendampingi masyarakat dalam aksi tersebut.

Fransiskus menyoroti persoalan penggunaan kewenangan KLHK dalam memberikan hak pengelolaan 400 ha Lahan Bowosie-Nggorang kepada BPOPLBF.

“Bahwa terlihat jelas dalam persoalan ini pemenuhan kepemilikan atas tanah di negara ini ibarat berebutan ikut “tender proyek”. Itu yang tidak sehat, mencederai keadilan bagi warga negara, dan sangat melenceng jauh dari esensi reformasi agraria,” tegasnya.

Menurutnya, warga yang tergabung dalam KMRB sudah berproses mengurus legalitas sejak tahun 2009 hingga tahun 2016. Namun hal itu tidak ada kejelasan sampai saat ini.

“Tiba-tiba datang BPOPLBF yang usia lahirnya baru 3 tahun yang lalu dinyatakan memenangkan “tender” dan diberikan kuasa untuk mengelola Hutan Nggorang Bowosie sebanyak 400 ha termasuk di dalamnya lahan yang telah lama digarap warga,” ungkapnya.

Atas dasar itu kata Fransiskus, warga sudah menyatakan sikap untuk hidup mati di atas lahan garapan itu.

“Masyarakat tidak akan mundur selangkah pun. Di situasi ini siapa pun itu darah pasti akan mendidih ketika lahan-lahan yang telah digarap warga, lalu dipasang pilar dan dipatok oleh BPOPLBF,” katanya.

Saat ini kata dia, KMRB menuntut keadilan untuk memberikan legalitas atas lahan yang mereka garap.

“Silakan BPOPLBF mengambil opsi untuk lahan lain. Ke depan, kapanpun BPOPLBF maupun KPH melakukan pengukuran atas tanah yang mereka (KMRB) garap maka seketika itu juga masyarakat akan bergerak menghadang dan melawan,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur BPOPLBF Shana Fatina saat dikonfirmasi melalui WhatsApp Senin (23/08/2021), tidak membalas pertanyaan VoxNtt.com terkait hal ini. Shana hanya menjawab bahwa dirinya sedang berada di Ende.

“Lg d Ende,” tulisnya singkat menjawab pertanyaan VoxNtt.com

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

BOPLBF BPOLBF Mabar Manggarai Barat
Previous ArticleRumor Cristiano Ronaldo Ingin Pindah ke Liga Inggris, Berikut Empat Calon Klub Barunya
Next Article Perdana, PKK NTT Launching Vaksinasi Covid-19 Goes to School di SMK Negeri 3 Kupang

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.