Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»INTERNASIONAL»Sadis! Tentara Israel Ditembak Kepalanya di Perbatasan Gaza
INTERNASIONAL

Sadis! Tentara Israel Ditembak Kepalanya di Perbatasan Gaza

By Redaksi24 Agustus 20213 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Barel Hadaria Shmueli, 21, tentara Israel yang ditembak kepalanya selama kerusuhan di perbatasan Jalur Gaza, Palestina, Sabtu (21/8/2021). Foto/Border Police via Times of Israel
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Vox NTT- Seorang tentara Israel, yang bertugas sebagai petugas Polisi Perbatasan, ditembak di bagian kepalanya di perbatasan Jalur Gaza, Palestina , Sabtu pekan lalu. Korban ditembak dari jarak dekat selama kerusuhan berlangsung.

Perdana Menteri (PM) Naftali Bennett meluapkan kemarahannya pada hari Minggu dengan mengatakan Israel akan membalas siapa pun yang menyerang orang-orang negara Yahudi.

Tentara bernama Barel Hadaria Shmueli, 21, asal Be’er Yaakov di Israel tengah,sempatkritis akibat ditembak kepalanya.

“Kami akan menyelesaikan masalah dengan siapa pun yang membahayakan pejuang dan warga sipil kami,” kata Bennett pada awal rapat kabinet mingguan.

“Saya ingin mengirimkan harapan terbaik saya untuk pemulihan yang cepat dan berdoa untuk kesembuhan Barel Hadaria Shmueli, yang terluka oleh seorang teroris di pagar [perbatasan] Jalur Gaza,” kata Bennett, seperti dikutip Times of Israel, Senin (23/8/2021).

Perdana menteri juga mengatakan bahwa setelah konsultasi pekan lalu, lembaga pertahanan siap menghadapi “skenario apa pun.”

“Pada malam hari, IDF [Pasukan Pertahanan Israel] merespons dengan serangan luas di Jalur Gaza. Minggu lalu, saya melakukan penilaian situasi di Divisi Gaza dengan Menteri Pertahanan Benny Gantz dan Kepala Staf [IDF] Aviv Kohavi, dan saya dapat memberi tahu Anda bahwa IDF, Komando Selatan, dan Divisi Gaza siap dan siap untuk skenario apa pun,” imbuh PM Bennett.

Pada hari Minggu, faksi-faksi perlawanan Palestina di Gaza mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka tidak akan menghentikan kerusuhan di perbatasan untuk melawan Israel.

“Kami akan melanjutkan kegiatan tanpa ragu-ragu atau mundur sampai Israel berhenti menyakiti Yerusalem dan rakyat kami di Tepi Barat, dan sampai pengepungan di Jalur Gaza dicabut,” kata mereka dalam sebuah pernyataan pada konferensi pers.

“Israel harus mengambil tanggung jawab hukum dan kemanusiaan.”

Kelompok-kelompok itu juga mengutuk serangan Israel terhadap sasaran Hamas Sabtu malam, menyebutnya “serangan terhadap warga sipil yang tidak berdaya”.

Ayah Shmueli mengatakan hari Minggu bahwa semua yang dia inginkan adalah agar putranya hidup, tetapi mengkritik militer atas “kesalahan” yang memungkinkan para perusuh begitu dekat dengan pagar dan melepaskan tembakan ke arahnya.

“Saya hanya meminta dia hidup, tidak lebih dari itu,” kata ayahnya, Yossi, kepada Channel 12. “Biarkan semua orang Israel berdoa untuk kesembuhannya.”

Video yang disiarkan oleh wartawan Palestina di tempat kejadian sepanjang hari Sabtu menunjukkan ratusan warga Gaza mendekati perbatasan. Beberapa orang Palestina tampaknya berusaha memanjat pagar, sementara yang lain meringkuk di samping penghalang beton.

Kemudian pada hari Sabtu, IDF melakukan serangan udara di empat lokasi penyimpanan senjata Hamas di Gaza sebagai tanggapan atas kerusuhan dan serangan terhadap Shmueli.

Rumah Sakit Sorkoa di Beersheba mengatakan hari Minggu bahwa setelah penembakan itu, Shmueli dikirim ke pusat trauma untuk perawatan dan segera menjalani operasi darurat.

Sumber: Sindonews.com

internasional Israel Palestina
Previous ArticleAngka Penderita Covid-19 Menurun, Satgas Upayakan TTU Kembali ke Zona Hijau
Next Article Taliban Kibarkan Bendera Syahadat Mirip Adegan Imo Jiwa, Joe Biden Diminta Mundur

Related Posts

Dubes Indonesia untuk Zimbabwe dan Zambia Tatap Muka dengan Warga Indonesia

22 April 2022

Daftar 15 Negara Tertua di Dunia, Terbanyak di Asia

6 April 2022

Berikut Penemuan Besar Stephen Hawking yang Dikenang Dunia

4 April 2022
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.