Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»INTERNASIONAL»Taliban Kibarkan Bendera Syahadat Mirip Adegan Imo Jiwa, Joe Biden Diminta Mundur
INTERNASIONAL

Taliban Kibarkan Bendera Syahadat Mirip Adegan Imo Jiwa, Joe Biden Diminta Mundur

By Redaksi24 Agustus 20213 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Unit elite Taliban mengenakan peralatan militer AS yang dirampas berpose mengibarkan bendera syahadat. Pose itu mirip pengibaran bendera AS di Imo Jiwa yang ikonik. Foto/Joe Rosenthal/REUTERS/Jason Reed/Taliban Photo/Twitter
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Vox NTT – Joe Biden diminta mundur dari jabatannya sebagai presiden Amerika Serikat.

“Biden harus mengundurkan diri atau dimakzulkan dan diberhentikan,” kata komentator televisi John Cardillo, yang baru-baru ini menjadi pembawa acara di Newsmax TV, dilansir Sindonews.com, Senin (23/08/2021).

Pernyataan keras John Cardillo tersebut menyusul sebuah unit elite milisi Taliban berpose mengenakan peralatan militer Amerika Serikat (AS) mengibarkan bendera bertuliskan syahadat.

Banyak orang Amerika yang marah menganggapnya sebagai penghinaan telak karena pose itu mirip dengan pengibaran bendera Amerika di Iwo Jima yang ikonik.

Dalam sebuah foto yang memantik emosi sebagian besar kalangan konservatif Amerika, anggota unit komando Taliban, Badri 313, terlihat mengenakan kamuflase lengkap dan perlengkapan taktis, termasuk kacamata penglihatan malam—tampaknya menciptakan kembali foto ikonik Perang Dunia II dari pasukan Amerika yang mengibarkan bendera AS di atas Gunung Suribachi selama Pertempuran Iwo Jima pada tahun 1945.

BACA JUGA: Sadis! Tentara Israel Ditembak Kepalanya di Perbatasan Gaza

“Tidak ada musuh yang pernah melakukan ini ke Amerika, merusak pengorbanan abadi Iwo Jima, sambil mengenakan peralatan kami. Sampai Biden. Dia telah mengkhianati semua orang Amerika, hidup dan mati,” kata Sebastian Gorka, mantan pejabat di pemerintahan Donald Trump yang dikutip dari akun Twitter-nya @SebGorka, Minggu (22/8/2021).

Sebagian besar kemarahan dan kejengkelan diarahkan secara pribadi pada panglima tertinggi AS, Joe Biden.

Pasalnya, Joe Biden telah menghadapi kritik yang meningkat selama seminggu terakhir untuk penarikan tentara Amerika. Kebijakannya dianggap menempatkan nyawa orang-orang Amerika dan sekutunya dalam bahaya.

“Ini terus menjadi lebih buruk dan lebih buruk!” ujar mantan anggota Navy SEAL, Jonathan Gilliam.

“Ini adalah warisan Joe Biden untuk dilihat seluruh dunia,” kata anggota Kongres Elise Stefanik.

“Kami adalah bahan tertawaan dunia,” papar kolumnis konservatif dan mantan pembawa acaratelevisi Meghan McCain, putri mendiang senator Partai Republik John McCain.

Hanya sedikit yang menghargai upaya trolling tersebut, di mana pembawa acara radio konservatif Jesse Kelly men-tweet: “Taliban dapat membunuh orang sebanyak yang mereka inginkan. Tetapi jika mereka terus mengolok-olok Biden seperti ini, mereka akan dikeluarkan dari media sosial.”

Taliban sebelumnya dilaporkan telah memperoleh perangkat biometrik militer AS yang dapat mengidentifikasi warga Afghanistan yang membantu upaya koalisi NATO.

Selama beberapa minggu terakhir, bahkan sebelum serangan kilat Taliban di Kabul, video telah muncul menunjukkan militan memeriksa rampasan perang, termasuk senjata buatan AS yang disita dari Tentara Nasional Afghanistan (ANA).

ANA benar-benar runtuh ketika koalisi NATO pimpinan AS mulai mempercepat penarikan tentara mereka, dengan beberapa unit menyerah tanpa perlawanan, dan menyerahkan senjata serta peralatan mereka kepada kelompok militan tersebut.

Menurut beberapa perkiraan, Taliban sekarang mungkin memiliki lebih dari 2.000 Humvee AS dan kendaraan lapis baja lainnya, dan sebanyak 40 pesawat–termasuk Black Hawks, helikopter serang pengintai, dan drone militer.

Kelompok itu juga dapat memanfaatkan persenjataan sekitar 600.000 senapan serbu M16 dan senjata infanteri lainnya, sekitar 162.000 buah peralatan komunikasi dan 16.000 kacamata penglihatan malam, yang diberikan oleh Pentagon kepada pasukan Afghanistan sejak tahun 2003.

Biden, sementara itu, melawan kritik terhadap penarikan tentara AS, menyalahkan para pemimpin dan militer Afghanistan karena gagal melawan Taliban, dan bersikeras bahwa militer AS melakukan semua yang mereka bisa untuk Afghanistan selama hampir 20 tahun pendudukannya di negara itu.

Sumber: Sindonews.com
Editor: Ardy Abba

Amerika internasional Palestina Taliban
Previous ArticleSadis! Tentara Israel Ditembak Kepalanya di Perbatasan Gaza
Next Article Terbongkar! Inilah Strategi Militer China yang “Dicuri” Taliban dalam Merebut Afghanistan

Related Posts

Dubes Indonesia untuk Zimbabwe dan Zambia Tatap Muka dengan Warga Indonesia

22 April 2022

Daftar 15 Negara Tertua di Dunia, Terbanyak di Asia

6 April 2022

Berikut Penemuan Besar Stephen Hawking yang Dikenang Dunia

4 April 2022
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.