Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Air Mengalir ke Badan Jalan Trans Flores, Pengguna Jalan Resah
Regional NTT

Air Mengalir ke Badan Jalan Trans Flores, Pengguna Jalan Resah

By Redaksi20 November 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Air meluap dari dalam got hingga mengalir bebas di badan jalan Trans Flores tepatnya di Wae Ngguar, Kecamatan Mbeliling. (Foto: Sello Jome/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Hujan lebat mengguyur wilayah Manggarai Barat dan sekitarnya pada Sabtu (20/11/2021) siang.

Akibatnya, air meluap dari dalam got hingga mengalir bebas di badan jalan Trans Flores tepatnya di Wae Ngguar, Kecamatan Mbeliling. Selain air, tumpukan material berupa batu-batu kecil juga berserakan di badan jalan.

Pengguna jalan pun merasa resah. Salah satunya, Rino sopir mobil Avansa yang datang dari Labuan Bajo menuju Ruteng.

Ia mengaku resah melewati jalan tersebut lantaran batu-batu kecil bahkan ada yang berukuran besar berserakan di badan jalan.

“Air genangi jalan dengan batu-batu. Coba lihat itu ada batu kecil ada juga yang besar. Kita juga takut mau jalan,” ujarnya kepada VoxNtt.com.

Akibat genangan air dan tumpukan batu di jalan, kata dia, semua pengendara harus rela mengantre untuk kemudian secara bergantian melintas.

“Kita tidak bisa jalan dari arah yag berbeda. Kalau mobil dari arah timur lewat, yang dari barat harus tunggu. Karena air dan batu banyak di jalan, jadi terpaksa antri,” tambahnya.

Sementara itu, Petrus Selamat warga Wae Ngguar menyebut, air mengalir ke badan jakan sering terjadi di jalur tersebut.

Meski sering terjadi kata dia, sampai hari ini tidak ada upaya yang dilakukan oleh pemerintah.

Untuk itu, Petrus mengusulkan agar dibuatkan gorong-gorong di jalan menuju Terong. Hal itu dilakukan agar aliran air tidak mengalir bebas di ruas jalan Trans Flores.

“Harus buat duicker di jalan menuju Terong. Supaya airnya tidak ke sini. Saya sudah sampaikan dengan orang-orang yang pernah bersih di sini, supaya buat gorong-goring di atas. Supaya airnya tidak ke sini,” lanjutnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Satuan Kerja (Satker) pelaksana Jalan Nasional wilayah III Provinsi NTT Yanuar Dwi Putra berjanji tahun 2022 nanti, semua yang belum dibangun akan direalisasikan.

“Tahun depan semua yang belum terolakasi, kita alokasikan biayanya,” katanya saat dihubungi melalui pesan WhatsApp-nya.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

Jalan Trans Flores Labuan Bajo Mabar Manggarai Barat
Previous ArticleKutitipkan Rindu Padamu
Next Article Jalan Ruteng-Labuan Bajo Bak Kali Meluap dan Aksi Penyelamatan Aset Negara

Related Posts

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.