Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»INTERNASIONAL»Skandal Pelecehan Anak, Jerman Selidiki Mantan Paus Benediktus XVI
INTERNASIONAL

Skandal Pelecehan Anak, Jerman Selidiki Mantan Paus Benediktus XVI

By Redaksi22 Januari 20222 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Mantan Paus Benediktus XVI (Foto: chatolic-ew.org.u)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Internasional, Vox NTT-Dalam laporan kasus pelecehan seks anak di Gereja Katolik yang diterbitkan pada Kamis 20 Januari 2022 di Jerman, salah satu tokoh yang menjadi sorotan adalah terhadap mantan Paus Benediktus XVI.

Seperti dilansir Channel NewsAsia, laporan firma hukum Westpfahl Spilker Wastl (WSW) menganalisis bagaimana kasus pelecehan ditangani oleh Keuskupan Agung Munich dan Freising antara 1945 dan 2019.

Keuskupan Agung Munich, yang menugaskan laporan tersebut, mengatakan akan memeriksa apakah mereka yang bertanggung jawab mematuhi persyaratan hukum dan bertindak tepat dalam menangani kasus yang dicurigai dan terduga pelaku.

Mantan Paus Benediktus – yang lahir dengan nama Josef Ratzinger – merupakan Uskup Agung Munich dari 1977 hingga 1982.

Dalam periode tersebut, seorang pastor predator anak bernama Peter Hullermann dipindahkan ke Munich dari Essen di Jerman Barat. Ia kemudian dituduh melecehkan seorang anak laki-laki berusia 11 tahun. Hullermann ditugaskan kembali untuk tugas-tugas pastoral meski Gereja mengetahui kasusnya.

Pada 1986 saat Ratzinger dipindahkan ke Vatikan, Hullermann dihukum karena melecehkan lebih banyak anak dan diberi hukuman penjara yang ditangguhkan.

Bahkan setelah divonis, Hullerman terus bekerja dengan anak-anak selama bertahun-tahun. Kasusnya dianggap sebagai contoh dari kesalahan penanganan pelecehan oleh Gereja.

Namun, Benediktus membantah mengetahui tentang sejarah pastor itu. Mantan Paus itu telah memberikan pernyataan setebal 82 halaman sebagai tanggapan atas pertanyaan dari WSW, menurut laporan media Jerman.

“Paus Emeritus sangat memperhatikan nasib para korban pelecehan dan sepenuhnya mendukung publikasi laporan Munich,” juru bicaranya Georg Gaenswein memberikan pernyataan kepada harian Bild.

Benediktus pada 2013 menjadi paus pertama yang mengundurkan diri dari peran tersebut dalam 600 tahun. Pria yang kini berusia 94 tahun itu sekarang menjalani kehidupan terpencil di bekas biara di dalam pekarangan Vatikan.

Gereja Katolik Jerman diguncang serangkaian laporan yang mengungkap pelecehan terhadap anak-anak oleh pastor dalam beberapa tahun terakhir.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Konferensi Waligereja Jerman pada 2018 menyimpulkan bahwa 1.670 pastor di negara itu telah melakukan beberapa bentuk serangan seksual terhadap 3.677 anak di bawah umur antara 1946 dan 2014.

Sumber: Tempo/Channelsnews Asia

internasional
Previous ArticleDunia Digital Menjadi Tantangan Tersendiri bagi Karya Pewartaan Gereja
Next Article Seminar Literasi Punya Makna Penting untuk Sekolah Penggerak

Related Posts

Dubes Indonesia untuk Zimbabwe dan Zambia Tatap Muka dengan Warga Indonesia

22 April 2022

Daftar 15 Negara Tertua di Dunia, Terbanyak di Asia

6 April 2022

Berikut Penemuan Besar Stephen Hawking yang Dikenang Dunia

4 April 2022
Terkini

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Memburu “Hantu”, Memukul Manusia, dan Psikologi Sosial

6 Maret 2026

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.