Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Medsos»Setelah RDP, Anggota DPRD Manggarai Desak Bupati Copot Direktur Perumda Tirta Komodo
Medsos

Setelah RDP, Anggota DPRD Manggarai Desak Bupati Copot Direktur Perumda Tirta Komodo

By Redaksi24 Januari 20223 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai Fraksi Hanura Paulus Jemarus menyampaikan keterangan kepada sejumlah media termasuk VoxNtt.com. (Foto Igen Padur/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Manggarai Fraksi Hanura Paulus Jemarus mendesak Bupati Herybertus G. L. Nabit untuk mencopot Direktur Perumda Tirta Komodo Marsel Sudirman.

Desakan itu disampaikan Jemarus setelah digelarnya Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang melibatkan Direktur Marsel dengan anggota DPRD Manggarai, Senin (22/01/2022).

Jemarus menerangkan, dirinya sangat tidak puas dengan pengakuan Direktur Marsel di hadapan sejumlah anggota dewan yang tidak berani membocorkan identitas sejumlah oknum anggota dewan yang menitipkan jatah tenaga kerja di Perumda tersebut.

Padahal, lanjut Jemarus, Direktur Marsel sudah terang-terangan mengaku bahwa rekaman yang beredar tentang permintaan jatah tenaga kontrak itu merupakan rekaman suaranya sendiri.

Untuk itu, Jemarus kemudian mendesak Bupati dan Wakil Bupati Manggarai untuk mengevaluasi dan mencopot Direktur Marsel. Pernyataan itu dikemukakan Paul mengingat bahwa Direktur Marsel sudah membalikkan fakta sesungguhnya.

“Pak Direktur itu sebenarnya sudah membalikkan fakta. Di rekamannya lain dan di klarifikasi di dalam lain. Sehingga bagi saya dia telah melakukan pembohongan publik dan pembohongan terhadap lembaga negara,” jelas Jemarus di hadapan VoxNtt.com.

Jemarus meyakini bahwa rekaman yang menjelaskan tentang permintaan sejumlah pihak, baik Bupati, Wakil Bupati, Sekda maupun DPRD adalah benar adanya. Untuk itu, ia menyarankan agar semestinya Direktur Marsel mengungkap secara jujur.

“Saya dengan pasti mengatakan bahwa apa yang ada didalam rekaman itu sudah benar adanya. Hanya karena mungkin beliau (Direktur Marsel) tadi itu takut untuk menyampaikan siapa nama-nama anggota DPR yang menitipkan. Beliau pasti takut. Yang pasti itu ada,” tambahnya.

Selain tidak puas terhadap pengakuan Direktur Marsel, Jemarus juga merasa tidak puas dengan hasil sidang RDP yang tidak menghasilkan sebuah rekomendasi yang jelas. Mestinya, lanjut Jemarus, ada dua rekomendasi minimal yang harus disampaikan kepada Bupati Nabit yakni tentang evaluasi Direktur Marsel dan mencopotnya dari posisi dan kedudukan sebagai Direktur.

“Kalau bisa jadi rekomendasinya itu dua. Yang pertama itu adalah evaluasi kembali PDAM dan kalau bisa dia harus dicopot. Lebih elegan untuk bisa mengembalikan wibawa dari seorang Bupati, wibawa dari lembaga ini. Setidaknya rekomendasi yang diberikan oleh lembaga hari ini adalah mengevaluasi kembali itu direktur, sebisa mungkin dia harus dicopot dari jabatannya,” tegasnya.

Pantauan media ini, RDP yang digelar di ruang Paripurna DPRD Manggarai berlangsung alot. Sidang diwarnai dengan berbagai tanggapan dan interupsi dari sejumlah anggota dewan.

Pada kesempatan RPD itu, Direktur Marsel secara jujur mengaku bahwa rekaman tersebut merupakan suaranya sendiri. Namun, ia mengaku bahwa tidak ada anggota DPRD Manggarai yang meminta dan menitipkan jatah tenaga kesana.

“Dengan tegas dan dengan lugas saya mengatakan bahwa sampai dengan saat ini tidak ada orang datang menitip ini saya punya. Tidak ada sampai dengan saat ini termasuk dari DPR,” tutupnya.

Beberapa anggota dewan pun meminta komentar dari Direktur Marsel tentang motifnya dia merekam dan menyebarkannya pe publik.

Namun, hingga RDP itu berakhir, Direktur Marsel tidak menjelaskan motifnya merekam dan menyebarkan tentang bagi-bagi jatah tenaga di Perumda Tirta Komodo.

Penulis: Igen Padur
Editor: Ardy Abba

DPRD Manggarai Manggarai PDAM Tirta Komodo
Previous ArticleTabung Minyak Tanah di Labuan Bajo Meledak, Empat Warga Mengalami Luka Bakar
Next Article Para Frater Diajak Bangun Manggarai, Jangan Terlalu Berharap di Tangan Politisi Oportunis

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

Rumah Warga di Cibal Barat Ambruk Diterpa Hujan dan Angin Kencang

5 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.