Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sorotan»Pengangkatan THL Harus Taktis, Tidak Asal-asalan
Sorotan

Pengangkatan THL Harus Taktis, Tidak Asal-asalan

By Redaksi24 Februari 20223 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Dosen FISIP Undana, Yohanes Jimmy Nami
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT-Diskursus pengangkatan tenaga harian lepas (THL) di Manggarai turut menyita perhatian akademisi asal Undana Kupang, Yohanes Jimmy Nami.

Menurut Jimmy, jika pengangkatan THL masih tetap berani dilakukan, maka harus bersifat taktis yang fungsinya untuk mem-backup aktivitas spesifik pelayanan birokrasi. Aktivitas tersebut tentu saja yang belum terjangkau atau terlayani dengan baik akibat kekurangan SDM aparatur birokrasi.

“Jadi, fungsinya hanya untuk pekerjaan spesifik, jika sesewaktu SDM sudah terpenuhi untuk pekerjaan spesifik tadi oleh ASN misalnya, ya bisa saja kontraknya dihentikan karena kebutuhannya sudah berakhir,” ujar Dosen Ilmu Politik Fisip Undana Kupang itu saat dihubungi VoxNtt.com, Kamis (10/02/2022) lalu.

Menurut Jimmy, pola rekrutmen THL harus spesifik, tidak bisa sporadis atau asal-asalan, apalagi hanya kehendak bebas instansi terkait.

“Sama saja dengan bom waktu ya, THL pola rekrutmen buruk karena tidak memenuhi unsur spesifik, dibebankan semua pekerjaan dalam instansi. Beban kerja tinggi, tiba-tiba diputus kontrak, pasti ribut,” imbuh alumnus Magister Sistem Politik Indonesia Universitas Nasional (UNAS) Jakarta itu.

Dia menegaskan, pola rekrutmen THL mesti diperbaiki. Beban kerja aparatur pun mesti ditakar baik dengan asesmen profesional. Kata dia, birokrasi harus sehat agar tidak membebani negara dan terganggunya pelayanan publik.

“Persoalannya sama saja di setiap daerah, rekrutmen sporadis hanya untuk memenuhi kepentingan politik bukan kebutuhan pelayanan birokrasi. Saling mewariskan masalah antara rezim soal THL ini,” tegasnya.

Sebagai informasi, polemik perekrutan THL di Manggarai bermula ketika Bagian Umum Setda Manggarai merekrut 27 THL baru pada April 2021 lalu, di tengah situasi pandemi Covid-19.

Dalam rencananya kala itu, ke-27 THL tersebut akan ditempatkan di rumah jabatan Bupati dan Wakil Bupati Manggarai. Rinciannya, 16 orang bakal ditempatkan di Rujab Bupati dan 11 orang lainnya di Rujab Wakil Bupati.

Tidak berhenti di situ saja. Pemerintah Kabupaten Manggarai kemudian kembali mengangkat 59 THL baru untuk ditempatkan di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Kebijakan Bupati Herybertus G.L Nabit kala itu sempat mendapatkan sorotan sejumlah pihak, termasuk Fraksi Demokrat DPRD Manggarai.

Huru-hara THL di Manggarai juga sempat terjadi di Perumda Tirta Komodo Ruteng. Bahkan sempat ramai di khalayak dan dunia maya.

Kejadiannya bermula ketika beredar sebuah rekaman suara yang diduga milik Direktur Utama PDAM Tirta Komodo Marsel Sudirman.

Rekaman itu menceritakan tentang permintaan sejumlah pihak untuk menempatkan orang di posisi THL.

Rekaman satu menit empat puluh satu detik itu dikirim langsung oleh Marsel Sudirman di salah satu grup WhatsApp.

Direktur Marsel sendiri sudah mengaku bahwa rekaman tersebut merupakan suaranya sendiri. Pengakuannya disampaikan saat rapat dengar pendapat di DPRD Manggarai pada Senin (22/01) lalu.

Namun, ia mengaku bahwa tidak ada anggota DPRD Manggarai yang meminta dan menitipkan jatah tenaga di PDAM Tirta Komodo Ruteng.

Baca di sini sebelumnya: Hari Biru THL dalam Wajah Birokrasi Manggarai

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

Kabupaten Manggarai THL Yohanes Jimmy Nami
Previous ArticleTerungkap! Bangsawan China Dimakamkan Bersama 600 Kudanya
Next Article Di Manggarai, Institusi Pendidikan Menjadi Salah Satu Tempat Melancarkan Aksi Kekerasan Seksual

Related Posts

Rumah Warga di Cibal Barat Ambruk Diterpa Hujan dan Angin Kencang

5 Maret 2026

Profil Desa Paka, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai

4 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.