Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»INTERNASIONAL»Kedudukan Ukraina sebagai “Kembang Desa” Runtuh di Bawah Arogansi Kepemimpinan Zelensky
INTERNASIONAL

Kedudukan Ukraina sebagai “Kembang Desa” Runtuh di Bawah Arogansi Kepemimpinan Zelensky

By Redaksi27 Maret 20222 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky /Instagram/zelenskiy_official/
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Internasional, Vox NTT- Negara Ukraina yang saat ini tengah berkutat dengan peperangan melawan Rusia diibaratkan sebagai ‘kembang desa’ oleh Mantan Duta Besar Indonesia untuk Austria dan PBB, Darmansjah Djumala.

Posisi itu layak disematkan ke negara Ukraina mengingat bahwa negara tersebut diincar oleh Uni Eropa di kubu barat dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

“Kita bagaikan (Ukraina) wanita cantik, kembang desa yang dilamar banyak orang, ya mainkan saja dua inilah,” kata Darmansjah.

Tidak hanya karena dibutuhkan banyak pihak, kedudukan Ukraina sebagai ‘kembang desa’ juga disebabkan karena segudang potensi kekayaan yang dimilikinya berupa uranium, baja, minyak, gas, hingga produk pertanian.

Namun, segudang kekayaan potensi itu gagal dijadikan bahan jualan bagi Ukraina untuk mencegah invasi Rusia. Negara tersebut tetap ngotot untuk berpihak pada barat sehingga menyebabkan Rusia melakukan invasi.

“Si kembang desanya mestinya bargain, di situlah sebenarnya kita melihat andainya dia pandai, bijak, cermat menempatkan diri dengan segala kelebihan dia ini,” ujar Darmansjah Djumala.

Ukraina menurut Darmansjah mestinya memosisikan diri sebagai negara non-blok. Dengan demikian, invasi Rusia tidak terjadi seperti yang dialaminya sekarang.

“Nah di sinilah padahal kalau kita kembali ke prinsip non-blok ya, justru karena kita dibutuhkan kiri dan kanan, kita bisa pandai meningkatkan bargaining position, dua-duanya nolong,” tutur Darmansjah.

Namun, posisi itu gagal dibawah ‘arogansi’ presiden Volodymyr Zelensky. Ia bahkan memilih untuk lebih condong ke barat.

Padahal, sejak awal Presiden Rusia Vladimir Putin telah menegaskan bahwa batas toleransi untuk NATO adalah Polandia.

“Sejak awal, Putin sudah mengatakan dalam beberapa kesempatan wawancara, batas toleransi untuk NATO membuat buffer zone adalah Polandia, udah deh, karena memang Polandia dulu dijajah,” tutur Darmansjah Djumala, seperti yang dikutip pada Pikiran Rakyat. Com, Kamis, 24 Maret 2022.

“Sampai situ aja, ‘tapi Belarus ini adalah batas toleransi kami’, gitu, termasuk Ukraina. Dan (batas itu) dilanggar,” ucapnya menambahkan.

Kemudian di sisi lain, Ukraina yang merasa paling dibutuhkan, justru memilih untuk berpihak kepada Uni Eropa di kubu barat.

“Dan si Ukraina ini ‘kepengenan’, mentang-mentang dia ini bargaining position-nya tinggi karena dibutuhkan di sini, dibutuhkan di sini, dia lebih ambil ke Uni Eropa,” kata Darmansjah Djumala.

“Tentu saja si Rusia, Putin, tidak Happy dengan policy seperti itu,” ujarnya menambahkan.

Sumber: Pikiran Rakyat

internasional Ukraina Volodymyr Zelensky
Previous Article10 Fakta Sheba, Ratu Misterius yang Menarik Perhatian Raja Salomo
Next Article KKB Serang Pos TNI, 10 Orang Jadi Korban

Related Posts

Dubes Indonesia untuk Zimbabwe dan Zambia Tatap Muka dengan Warga Indonesia

22 April 2022

Daftar 15 Negara Tertua di Dunia, Terbanyak di Asia

6 April 2022

Berikut Penemuan Besar Stephen Hawking yang Dikenang Dunia

4 April 2022
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.