Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ilmu Pengetahuan»Kisah Sadis Sultan Mehmed III, Senang Lihat Payudara Wanita Dibakar dengan Besi Panas
Ilmu Pengetahuan

Kisah Sadis Sultan Mehmed III, Senang Lihat Payudara Wanita Dibakar dengan Besi Panas

By Redaksi27 Maret 20222 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sultan Mehmed III, perintahkan ke-19 saudaranya untuk dibunuh demi amankan Kekaisaran. (wikimedia)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Internasional, Vox NTT– Bekas gereja Haga Sophia telah banyak diberitakan di media bahwa bangunan tersebut diubah menjadi masjid untuk kedua kalinya.

Namun, yang tidak diketahui banyak orang adalah bahwa tepat di sebelah bangunan terkenal itu terdapat cerita tersembunyi yang unik.

Di sebuah ruang pemakaman, 19 pangeran Ottoman dimakamkan di samping satu dengan yang lain.

Mereka itu semuanya dibunuh pada malam yang sama, oleh satu-satunya saudara mereka yang masih hidup.

Pembantaian kerajaan berdarah 19 pangeran Ottoman itu terjadi pada tanggal 28 Januari 1595 dalam apa yang dikenal sebagai hari paling gelap dan paling berdarah dalam sejarah Istana Topkapi pada abad ke-15 dan ke-16.

Sampai tahun 1595, Murad III memerintah Kekaisaran Ottoman, dan Kekaisaran Ottoman memiliki ekspansi terbesar di Timur Tengah di bawah pemerintahannya.

Kemudian Mehmed III menjadi Sultan pada 15 Januari 1595, menggantikan ayahnya, Murad III.

Beberapa malam setelah dia naik takhta, dia membunuh sembilan belas saudara laki-lakinya, belum pernah ada begitu banyak bangsawan yang dieksekusi dalam satu malam, melansir royalcentral.

Pembunuhan saudara kandugn ini tidak hanya tradisional, tetapi, sampai sektiar tahun 1603, diabadikan dalam undang-undang, melansir Sky History.

Setelah seorang sultan disandang oleh Pedang Osman (upacara penobatan yang melibatkan pedang negara), saudara-saudaranya (terkadang keponakan dan paman, dan juga kerabat perempuan), semuanya akan dieksekusi atas nama stabilitas kekaisaran.

Sultan Mehmed III menggunakan pelayan bisu tuli untuk menjalankan misi tersebut, sehingga mereka tidak bisa bersaksi.

Pembunuhan dilakukan dengan tali busur sehingga darah bangsawan tidak akan mengalir.

Jenis suksesi persaudaraan ini cukup umum terjadi di Kekaisaran Ottoman.

Namun, eksekusi ini membuat takut penduduk, karena belum pernah terjadi sebelumnya atau sejak begitu banyak bangsawan Ottoman terbunuh pada malam yang sama, oleh anggota keluarga mereka.

Meskipun demikian pembunuhan saudara bukanlah praktik hukum di dasar Kekaisaran Ottoman.

Metode pembunuhan saudara ini dilegalkan oleh Mehmed II setelah perang saudara yang panjang melawan saudara-saudaranya, Suleiman, Isa, dan Musa.

Tempat pemakaman 19 pangeran Ottoman yang dibunuh atas perintah Mehmed III. (wikimedia)

Perang saudara berlangsung delapan tahun dan ini melemahkan kekaisaran.

Menjadi suatu kehormatan untuk dicekik dengan tali busur daripada dipenggal dan kehilangan kepala, yah menjadi sedikit penghiburan bagi para pangeran muda itu.

Sembilan belas pangeran dimakamkan bersebelahan di dekat Haga Sophia, dan ruang pemakaman mereka itu masih bisa dikunjungi.

Sementara itu, Mehmed III adalah penguasa kejam yang juga senang melihat payudara wanita dibakar dengan besi panas.

Sumber: Intisari Online/Grid.id

internasional Sultan Mehmed III
Previous Article10 Ritual Pemakaman Paling Seram di Dunia
Next Article 10 Fakta Sheba, Ratu Misterius yang Menarik Perhatian Raja Salomo

Related Posts

Kelas Menulis ‘Narasi Pantau’ Diadakan Lima Hari di Kupang

10 Oktober 2022

Prodi Ilmu Politik Fisip Undana Gelar Seminar tentang Masyarakat Desa

8 Oktober 2022

Kemkominfo Gelar Workshop Pengembangan Diri dan Kualitas Digital Anak Muda Papua dan Labuan Bajo

29 September 2022
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.