Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»INTERNASIONAL»Dubes Indonesia untuk Zimbabwe dan Zambia Tatap Muka dengan Warga Indonesia
INTERNASIONAL

Dubes Indonesia untuk Zimbabwe dan Zambia Tatap Muka dengan Warga Indonesia

By Redaksi22 April 20223 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Berpose bersama Pa Dubes RI untuk Republik Zimbabwe dan Zambia di halaman Rumah Regional SVD Zimbabwe-Afrika
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Oleh: Yohanes Mau, SVD
Warga Diaspora Indonesia di Zimbabwe

Hujan di luar masih gerimis dan angin sepoi-sepoi basah membelai tubuhku terasa dingin hingga yang terdalam. Angka di kalender tertulis 19 April 2022.

Pada momen itu saya berjumpa dengan Dewa M. Juniarta Satrawan, Dubes Indonesia untuk republik Zimbabwe dan Zambia di Rumah Komunitas SVD Riverside yang terletak di pinggiran jalan Trans South Africa.

Hadir dalam pertemuan itu adalah Pa Dubes dan staf dari kedutaan dan para imam SVD serta satu keluarga diaspora Jawa.

Perjumpaan itu sungguh saat yang unik dan berharga. Dikatakan demikian karena Dubes sendiri yang datang dan berdialog bersama kami tentang keberadaan kami dan segala aktivitas kemanusiaan yang sedang kami lakonkan di Zimbabwe.

Lebih jauh Pa Dubes berkisah tentang keberadaan kedutaan besar Indonesia untuk Zimbabwe di sini dengan segala kerja sama yang sedang terjalin sejak dulu hingga saat ini.

Ia juga memaparkan tentang beberapa program kerja yang sudah terealisasi selama masa kepemimpinannya dan kini sedang merancang dan meng-apply untuk beberapa program baru yang langsung menyapa realitas kebutuhan orang banyak di negeri ini.

Beberapa program kerja yang sudah berjalan selama ini adalah merekrut anak-anak berprestasi dari keluarga tidak mampu yang ingin melanjutkan studi Sarjana, Master hingga doctor bisa berkonsultasi ke kedutaan untuk mengisi form dan mengikuti tes.

Bila lulus tes maka mereka akan dikirim ke Universitas-universitas yang ada di Indonesia yang sudah melakukan kerja sama selama ini sesuai dengan permintaan dari kampus dengan jumlah calon mahasiswa setiap tahun.

Program lain yang sedang dalam perencanaan yaitu tentang penggunaan transportasi kereta api buatan Indonesia, aplikasi Gojek sebagai persediaan lapangan kerja untuk warga Zimbabwe, dan pembangunan pabrik obat.

Pastor Mateus Miten Ruron, SVD atas nama warga Indonesia di Zimbabwe menyampaikan limpah terima kasih banyak atas kunjungan dari Pa Dubes bersama staf dari Kedutaan yang datang jauh-jauh dari Harare untuk mendengar dan merasakan apa yang sedang kami jalankan di tengah orang-orang Matabeleland, Zimbabwe.

Pastor Frans Bhoka Master Misiologi jebolan Philipina ini mengapresiasi program kerja sama luar biasa yang telah dicanangkan oleh Pa Dubes bersama stafnya dalam mempererat relasi hubungan internasional antarbangsa Indonesia dan Bangsa Zimbabwe.

Ia juga mengisahkan tentang salah satu anak parokinya yang memiliki otak brillian namun kendala karena orangtuanya tidak mampu untuk membiayai sekolah ke janjang yang lebih tinggi.
Sehingga ada peluang beasiswa untuk anak-anak Zimbabwe yang ingin bersekolah di Universitas-universitas swasta di Indonesia segera mengikuti tes apabila sudah kontak soal kepastian dari kedutaan Indonesia tentang adanya perekrutan dan tes masuk.

Rombongan dari Kedutaan juga menyerahkan sedikit sembako dan sertifikat penghargaan kepada para warga bangsa Indonesia yang ada di Zimbabwe yang telah turut mempererat hubungan antar Bangsa Indonesia dengan Bangsa Zimbabwe, melalui pelaksanaan profesi dan kegiatannya sehari-hari di Zimbabwe.

Yohanes Mau
Previous ArticleParadigma Sosialisme dan Agama
Next Article Lengkapi Imunisasi Dasar Anak yang Tertunda dengan Imunisasi Kejar

Related Posts

Rindu YBS Terkandas di Ujung Ranting Cengkih

5 Februari 2026

Membalut Cinta Terlarang di Balik Jubah

30 Desember 2025

Sumatera Menangis

24 Desember 2025
Terkini

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Memburu “Hantu”, Memukul Manusia, dan Psikologi Sosial

6 Maret 2026

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.