Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Kapal Wisata KLM Tiana Tenggelam di Pulau Kambing, Begini Penyebabnya
Regional NTT

Kapal Wisata KLM Tiana Tenggelam di Pulau Kambing, Begini Penyebabnya

By Redaksi14 Juli 20223 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kapal wisata KLM Tiana Liveboard tenggelam di Pulau Kambing, Labuan Bajo, kabupaten Manggarai Barat pada Selasa, 28 Juni 2022 lalu.
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Kapal wisata KLM Tiana Liveboard tenggelam di Pulau Kambing, Labuan Bajo, kabupaten Manggarai Barat pada Selasa, 28 Juni 2022 lalu. Dalam kecelakaan tersebut dua wisatawan lokal meninggal dunia.

Kedua wisatawan yang meninggal dalam kejadian tersebut adalah Jamiatun Widaningsih (53) dan Annisa Fitriani (22). Keduanya merupakan keluarga dari salah seorang artis Indonesia Ayu Anjani.

Rusli, Kapten KLM Tiana Liveboard menjelaskan pada 27 Juni 2022 sekitar pukul 10.30 Wita crew kapal dan penumpang menuju Pulau Kanawa. Sampai di Pulau Kanawa sekitar pukul 12.00 Wita.

Kemudian sekitar pukul 18.00 Wita tiba di Pulau Kalong. Di tempat tersebut tidak sempat mengambil gambar karena situasi sudah gelap. Itu sebabnya lanjut ke Pulau Kambing dan bermalam di tempat tersebut.

Kemudian, lanjut Rusli, guide melakukan briefing ke tamu karena sekitar pukul 01.30 Wita akan menuju Pulau Padar.

“Memang waktu itu ada yang memaksa untuk melanjutkan perjalanan tetapi saya menolak karena pada waktu itu terjadi angin kencang,” jelas Rusli yang didampingi penasihat hukumnya Asis De Ornay dalam konferensi pers, Kamis (14/07/2022).

Rusli sendiri sempat mencoba melanjutkan perjalanan karena ada tamu yang memaksa. Namun setelah beberapa meter ia merasakan kapal oleng karena angin kencang.

Sebab itu, ia memutuskan untuk balik dan tambat atau mooring di sekitar Pulau kambing.

Rusli mengaku memang kondisi kapal tersebut tidak aman untuk berlayar.

Bahkan dirinya sudah sering kali mengusulkan kepada pemilik kapal untuk melakukan docking. Namun usulan tersebut tidak direspons.

Pemilik kapal, kata dia, beralasan bahwa sudah banyak tamu yang melakukan booking tiket sampai bulan Agustus 2022.

Penasihat hukumnya, Asis De Ornay mengatakan, kondisi fisik kapal menjadi penyebab tenggelamnya kapal wisata KLM Tiana. Selain itu juga disebabkan oleh cuaca yang buruk.

“Di luar ada justifikasi, peristiwa itu terjadi karena kelalaian kapten. Itu adalah penyebab lain. Penyebab utama karena kondisi fisik kapal itu sendiri dan faktor cuaca,” jelas Asis.

Fakta lain yang disampaikan Asis adalah manifesto penumpang yang tidak sesuai. Dalam manifesto hanya terdapat 20 orang, tetapi faktanya terdapat 24 orang.

“Ke-4 orang itu ialah Bram (pemilik kapal), Serli (salah seorang perempuan tamu bos Bram), Arka (Guide) dan Sarawanto (bapak pemilik kapal),” ungkapnya.

Sementara pihak keluarga korban melalui penasihat hukum, Mario Pranda mengatakan menyerahkan sepenuhnya pada proses hukum yang saat ini dalam tahap lidik di Polres Manggarai Barat.

Mario menegaskan, akan tetap mengawal proses ini hingga tuntas, sebab menyangkut hilangnya nyawa manusia.

“Pihak keluarga mencari keadilan bagi ibu dan adik perempuan yang meninggal saat melakukan perjalanan wisata, yang mana kami duga nahkoda kapal dan ABK telah lalai dalam menjalankan tugas serta SOP yang seharusnya dilakukan,” jelas Mario, Kamis (13/07/2022) malam.

Ia mengatakan, pihaknya justru heran, di saat kasus sudah ditangani oleh pihak kepolisian, pihak terduga malah melakukan konferensi pers dengan dalih membedah kasus.

Sementara yang dpanggil bukanlah orang-orang yang netral atau pun ahli di bidangnya, melainkan semua dari pihak terduga.

“Ini yang perlu kita perhatikan bersama,” ujar Mario.

“Semua yang klien kami (ibu Ayu Anjani) sampaikan selama ini di beberapa media adalah keterangan dari para penumpang yang menjadi saksi saat kejadian itu terjadi,” tutup Mario.

Kontributor: SR

Labuan Bajo Mabar Manggarai Barat
Previous ArticleBerupaya Lakukan Pemerasan, Orang Tidak Dikenal Catut Nama Kajari TTU
Next Article Waelengga Selection FC Bertemu SMK Tiara Nusa di Babak 16 Liga Bhayangkara Cup 1

Related Posts

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.