Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Paling Banyak Dialokasikan untuk Konservasi di TNK, Tarif Masuk 3,75 Juta Berlaku Mulai Januari 2023
Ekbis

Paling Banyak Dialokasikan untuk Konservasi di TNK, Tarif Masuk 3,75 Juta Berlaku Mulai Januari 2023

By Redaksi20 Desember 20223 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Paling Banyak Dialokasikan untuk Konservasi di TNK, Tarif Masuk 3,75 Juta Berlaku Mulai Januari 2023
Destinasi Wisata Pulau Padar di Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT (Foto: Sello Jome/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Tarif masuk ke Pulau Komodo, Pulau Padar dan perairan sekitarnya di Kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) akan tetap berlaku mulai Januari 2023.

Pemerintah Provinsi NTT menyebut tidak ada pembatalan penerapan tarif kontribusi bagi konservasi saat masuk Pulau Komodo, Pulau Padar serta kawasan perairan sekitar di TNK sebesar 3,75 juta.

Hal itu disampaikan Pejabat Sekretaris Daerah NTT, Johanna E Lisapaly saat ditanyai terkait informasi pembatalan pemberlakuan tarif kontribusi konservasi bagi pengunjung saat memasuki Pulau Komodo, Pulau Padar, serta area perairan sekitar Taman Nasional Komodo yang akan diberlakukan awal tahun 2023.

Menurut Johanna, diterapkan atau tidaknya tarif tambahan bagi pengunjung saat memasuki pulau Komodo, Padar serta area perairan sekitar saat ini tengah dibicarakan dengan Kementerian terkait, mengingat sebelumnya KLHK meminta peraturan gubernur terkait hal tersebut untuk dievaluasi.

Hal ini bagi Pemprov NTT bukanlah merupakan sebuah pembatalan, tetapi penyesuaian kebijakan dengan semua komponen. Ketentuan dari peraturan gubernur sebagai landasan, disebut akan dievaluasi dari aspek narasi.

“Yang terpenting adalah pemberlakuan terkait dengan NTT ikut ambil bagian dalam menjaga konservasi. Kan bukan tidak pasti (penerapan tarif tambahan yakni kontribusi konservasi di TNK), tapi ditunda sementara dan dilakukan evaluasi,” ujar Johanna, Jumat (16/12/2022)

Johanna menambahkan, salah satu hal penting dalam evaluasi ini yakni membahas keterlibatan pemerintah daerah dalam hal konservasi di Taman Nasional Komodo.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno saat diwawancarai sejumlah awak media saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Jakarta Pusat, Kamis (15/12/2022) lalu mengatakan bahwa pemerintah telah membatalkan pemberlakuan tarif baru masuk TNK awal tahun 2023.

“(Kenaikan tarif TN Komodo) Sudah ditarik dan dibatalkan,” ujar Sandiaga Uno seperti dilansir dari Kompas.com.

Pernyataan pembatalan penerapan tarif sebesar 3,75 juta di Taman Nasional Komodo ini kembali disampaikan Sandiaga Uno saat menggelar Weekly Brief With Sandiaga Uno, yang digelar Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) secara Offline dan Online (zoom), Senin (19/12) sore.

Menjawab pertanyaan dari sejumlah media terkait adanya bantahan dari Pemprov NTT terhadap pembatalan pemberlakuan tarif kontribusi konservasi ini, Sandiaga menyampaikan tarif 3,75 juta tersebut tetap dibatalkan.

“Ya ini suatu mungkin secara linguistik ada, serupa tapi tak sama, tapi pada intinya penerapan 3,75 juta itu tidak jadi diberlakukan. as simple as that (sesimpel itu),” katanya.

Namun, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) NTT, Sony Libing yang juga menghadiri The Weekly Brief With Sandiaga Uno ini secara daring (zoom) menyampaikan bahwa Pemerintah NTT dalam kewajibannya ikut mengelola Kawasan Taman Nasional Komodo, tetap mengedepankan 2 konsep besar yang digagas sebagai upaya menjaga kelestarian ekosistem di Taman Nasional Komodo. Dua konsep besar ini sebut Sony yakni Sustainable Tourism dan Konservasi.

“Ada 2 konsep besar yang kami pegang, satu adalah sustainable tourism kami ingin agar apa yang kami miliki, anugerah Tuhan yang ada di NTT itu dia harus tetap ada dan memiliki keindahan sampai selama – lamanya,” ucapnya.

“Dan konsep kedua adalah kami ingin menjaga supaya bagaimana supaya keindahan alam ini selalu terpelihara berarti ada konservasi,” tambahnya.

Meski tidak secara jelas menyebutkan apakah Pemprov NTT telah mendukung pembatalan penerapan tarif 3,75 tersebut atau tidak, namun Sony menegaskan, Konservasi dan Tourism Sustainable (pariwisata berkelanjutan) merupakan hal mutlak yang akan digunakan dalam membangun pariwisata di NTT menjadi lebih baik.

“2 konsep besar ini adalah yang menjadi pegangan kami dalam membangun Pariwisata di NTT,” tutupnya.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

Komodo Labuan Bajo Mabar Manggarai Barat Taman Nasional Komodo
Previous ArticleTim Gabungan di Reok Sidak Pangkalan Minyak Tanah, Temukan Sejumlah Fakta Ini
Next Article Cerpen: Pahlawanku

Related Posts

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

Kades Golo Riwu Luncurkan Program “Investor Serbu Desa”, Andalkan Porang Hadapi Risiko Krisis 2026

3 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.