Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»AHY Tegaskan Sejak Awal Demokrat Tolak Sistem Pemilu Proporsional Tertutup
Pilkada

AHY Tegaskan Sejak Awal Demokrat Tolak Sistem Pemilu Proporsional Tertutup

By Redaksi10 Januari 20232 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ribuan Orang Berbaju Demokrat di Kupang Teriak "AHY Presiden 2024"
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan latar belakang massa di Stadion Flobamora Kupang, Rabu (07/12/2022).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Ketua Umum DPP Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY menyatakan, sejak awal partainya secara tegas menolak wacana sistem pemilu proposional tertutup.

“Sekali lagi kami menolak sistem pemilu proposional tertutup,” tegas AHY dikutip dari fanpage Agus Yudhoyono.

AHY sendiri masuk dalam daftar 8 nama ketua partai yang menolak penggunaan sistem proporsional tertutup pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang.

Untuk menyatukan sikapnya mereka menggelar pertemuan di sebuah hotel di kawasan Jakarta pada 8 Januari 2023 lalu.

“Sehingga pertemuan hari ini menjadi penting dan kami mengapresiasi dan mendukung agar pembahasan tentang isu-isu kebangsaan seperti ini juga bisa dilakukan dari waktu ke waktu,” tegas AHY.

Alasan Menolak

Putra sulung mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu kemudian membeberkan alasan pihaknya menolak wacana sistem pemilu tertutup proposional.

“Ada dua hal utama yang menjadi alasan kenapa kami menolaknya, dan tadi sudah dibahas dalam pertemuan dengan tertutup antarpimpinan partai politik, saya hanya ingin menggarisbawahi secara sederhana,” kata AHY.

Pertama, jelas AHY, hak rakyat dalam kehidupan demokrasi berpotensi dirampas jika terjadi sistem pemilu tertutup. Rakyat tidak bisa memilih secara langsung wakil-wakil rakyatnya.

“Padahal kita ingin semua menggunakan haknya dan tidak seperti membeli kucing dalam karung, dan tentu kita berharap pada saatnya wakil rakyat dan pemimpin yang terpilih benar-benar yang bisa membawa perubahan dan perbaikan,” tegas AHY.

Oleh karena itu, ia berharap sistem proporsional terbuka bisa tetap dijalankan sesuai dengan Undang-undang yang berlaku. Sehingga semua pihak bisa menyambut pesta demokrasi dengan seksama sembari berharap berjalan dengan baik.

Kedua, kata dia, secara internal partai politik juga perlu menjaga semangat yang tinggi dari seluruh kadernya.

Dengan sistem pemilu proposional terbuka tentu saja berharap setiap kader partai juga punya ruang dan peluang yang adil.

“Jangan sampai mereka yang berjibaku, berusaha, berjuang untuk mendapatkan suara kemudian rontok semangatnya karena berubah sistem, dan kita ingin sekali lagi, yang terbaiklah yang bisa membawa aspirasi masyarakat luas,” tegas AHY.

“Sekali lagi mudahan-mudahan perjuangan ini juga bukan hanya perjuangan partai politik tetapi juga perjuangan seluruh elemen masyarakat Indonesia,” imbuh dia.

Penulis: Ardy Abba

Agus Harimurti Yudhoyono AHY Demokrat
Previous ArticleSudah Lama Ditangani Polda NTT, Mantan Camat Boleng Akhirnya Ditahan
Next Article Presidential Treshold dan Tertib Berkonstitusi

Related Posts

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Reses di Kuwu, Lexy Armanjaya Dorong Warga Manfaatkan Lahan Kosong untuk Pertanian Produktif

26 Februari 2026

PMKRI Ruteng Datangi Bawaslu Manggarai, Soroti Politik Uang hingga Hak Pilih Disabilitas

13 Februari 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.