Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Penjabat Wali Kota Kupang Apresiasi Bimbingan Teknis ICW dan Bengkel APPeK
NTT NEWS

Penjabat Wali Kota Kupang Apresiasi Bimbingan Teknis ICW dan Bengkel APPeK

By Redaksi15 Juni 20232 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bimbingan teknis PBJ oleh ICW dan Bengkel APPeK bagi ASN di Inspektorat Kota Kupang
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Penjabat Wali Kota Kupang George Hadjon mengaperiasi kegiatan bimbingan teknis yang dilakukan oleh ICW dan Bengkel APPeK bagi ASN di Inspektorat Kota Kupang.

“Sangat bermanfaat bagi Kota Kupang. Supaya proses pembangunan kota lebih transparan dan bersih,” ujar George Hadjon usai membuka kegiatan pelatihan di Hotel Kristal Kupang, Rabu (14/06/2023).

Ke depan, kata George, Pemkot akan melakukan kerja sama dengan ICW dan Bengkel APPeK.

“Pembangunan  itu dikawal secara baik supaya berjalan transparan,” kata dia.

Sementara itu, Inspektur Pembantu (Irban) V Inspektorat Kota Kupang, Abul Alvensius saat menghadiri acara Bimtek PBJ yang digelar ICW dan Bengkel APPek Kupang menyebut bajwa pengawasan dilakukan untuk menekan adanya tindakan korupsi di bidang PBJ yang harusnya memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Kupang.

“Pengawasan yang kita berikan tidak hanya untuk pengadaan barang tetapi  termasuk jasa. Sehingga PBJ benar-benar memberikan dampak untuk masyarakat, ” kata Abul.

Sisi lain, Abul merinci ada dua risiko yang melekat di auditor Inspektorat Kupang yaitu risiko di dalam diri sendiri dan risiko di luar pribadi.

“Sejauh ini, khusus di Kota Kupang tidak ada intervensi dari Kepala Daerah. Kepala Daerah justru berdiskusi dengan Para Inspektur  agar membahas persoalan yang terjadi di Kota Kupang, ”  ujarnya.

“Zaman sekarang transparansi pengeolaan barang dan jasa. Kami punya komitmen bahwa hasil output terhadap barang dan jasa itu harus bermanfaat bagi masyarakat.  Banyak hal yang sudah kami lakukan di Kota Kupang,” sambung dia menegaskan.

Sementara, Agus sunaryanto, koordinator ICW mengatakan, inspektorat di daerah fungsinya di hulu melakukan upaya pencegahan sebelum masuk ke ranah hukum.

“Inspektorat adalah ujung tombak. Praktik pengadaan barang dan jas banyak menghadapi  persoalan,” katanya.

Penulis: Ronis Natom

Bengkel Appek ICW Kota Kupang
Previous ArticleProdi Pendidikan Fisika dan Pendidikan Matematika UNWIRA Raih Akreditasi “Baik Sekali”
Next Article Lembah Colol, Surganya Kopi Dunia Kembali Gelar Festival

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.