Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Peningkatan Jumlah Kunjungan ke Loh Liang Harus Berdampak Positif bagi Masyarakat Kampung Komodo
Ekbis

Peningkatan Jumlah Kunjungan ke Loh Liang Harus Berdampak Positif bagi Masyarakat Kampung Komodo

By Redaksi27 Juni 20233 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Destinasi Pulau Padar di Kawasan TNK (Foto: Sello Jome/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT – Kunjungan wisatawan ke Loh Liang Taman Nasional Komodo (TNK) beberapa bulan terakhir sangat meningkat.

Peningkatan kunjungan itu tentunya dilihat bukan saja berkah bagi masyarakat yang bekerja di Loh Liang tapi juga harus berdampak positif bagi masyarakat di Kampung Komodo.

Direktur Operasional PT Flobamor Abner Runpah Ataupah mengatakan, perlunya diatur jumlah kunjungan wisatawan di Loh Liang.

Karena itu kata dia, PT Flobamor mendorong untuk melakukan pembatasan kunjungan di Loh Liang.

“Makanya kita dorong utk pembatasan kunjungan,” ujar Abner kepada awak media Selasa (27/06/2023).

Abner mengatakan, dengan pembatasan kunjungan diharapkan akan memecah kunjungan ke desa yang akan berdampak positif masyarakat Kampung Komodo.

“Hal itu kita lakukan agar tidak ada penumpukan wisatawan di Loh Liang. Dan masyarakat kampung Komodo bisa mendapatkan dampak positif,” jelasnya

Karena itu, Abner mendorong pengunaaan aplikasi INISA yang merupakan salah satu contoh program digitalisasi management yang diaplikasikan dalam mengontrol kualitas standar pelayanan jasa wisata serta terwujudnya tujuan konservasi di Kawasan Taman Nasional Komodo, khususnya Pulau Padar dan Pulau Komodo.

“Sedari awal kita sudah siapkan sistem Wildlife Komodo dalam aplikasi INISA. Sistem ini berfungsi untuk mengatur berapa jumlah maksimal kunjungan wisatawan di Pulau Komodo maupun Padar, sehingga tidak akan ada over kunjungan yang bisa menyebabkan habitat Komodo terganggu, atau bahkan ada yang menyebut wisatawan terlantar,” ujar Abner Ataupah

Abner menjelaskan, setelah berkomitmen dalam mewujudkan tujuan Konservasi di dalam Kawasan Taman Nasional Komodo, PT Flobamor sebelumnya telah menyiapkan aplikasi INISA dimana didalam aplikasi ini terdapat sistem Wildlife Komodo yang secara otomatis akan mengontrol jumlah kunjungan di Pulau Komodo dan Pulau Padar.

Penggunaan sistem Wildlife Komodo dalam aplikasi INISA kata dia, selain bertujuan untuk membatasi jumlah kunjungan wisatawan demi tujuan konservasi juga berfungsi untuk mendata jumlah calon wisatawan yang akan berkunjung ke Taman Nasional Komodo sehingga kualitas pelayanan jasa wisata bisa secara maksimal diberikan bagi para wisatawan.

“Kalau setiap bookingan itu bisa terdata di sistem Wildlife Komodo maka kita akan tau apakah jumlah calon pengunjung sudah memenuhi kuota atau belum dan juga positifnya, jika kuota sudah penuh maka sistem bookingan akan otomatis tertutup dan mekanisme selanjutnya adalah menyiapkan SDM – SDM yang nantinya akan bertugas melayani para wisatawan sesuai dengan jadwal yang memang telah dipilih saat mendaftar,” katanya

“Jadi lebih terkontrol, kunjungan wisatawan diatur waktunya, tidak bertumpuk pada waktu tertentu tapi tidak mengurangi kualitas pelayanan kepada wisatawan. Kalau tidak terkontrol kan yah agak susah, Naturalist Guide yang disediakan hanya puluhan tapi wisatawan yang datang ribuan tentu pasti akan kewalahan dan tentu berdampak buruk pada ekosistem komodonya,” lanjutnya.

Penulis: Sello Jome

Mabar Manggarai PT Flobamor Taman Nasional Komodo
Previous ArticleFKI NTT Gelar Kegiatan Uji Kenaikan Tingkat untuk 10 Graha Kempo di Manggarai
Next Article Kehidupan dan Rumah yang Dirusak

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Rumah Warga di Cibal Barat Ambruk Diterpa Hujan dan Angin Kencang

5 Maret 2026

Profil Desa Paka, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai

4 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.