Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KOMUNITAS»Lewat Festival Golo Curu Terungkap Berbagai Aspek Iman
KOMUNITAS

Lewat Festival Golo Curu Terungkap Berbagai Aspek Iman

By Redaksi2 Oktober 20233 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Direktur Puspas Keuskupan Ruteng Romo Marthin Chen Pr, yang dampingi ketua umum Festival Golo Curu Maria Ratu Rosari Jahang Fansi Aldus, Pastor Marten Jenarut, dan Kadis Pariwisata Kabupaten Manggarai, saat menyampaikan sambutan terkait Festival tersebut
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Festival Golo Curu Maria Ratu Rosari baru saja dimulai.

Menurut Direktur Puspas Keuskupan Ruteng Pastor Marthin Chen, lewat Festival Golo Curu berbagai aspek iman terungkap dan terwujud. Itu melalui berbagai program dan kegiatan dalam hajatan tersebut.

Kata dia, dalam aspek budaya diselenggarakan berbagai pentas seni yang menyajikan keindahan dan keunikan kultural Manggarai.

Dalam aspek ekologi dilakukan berbagai kegiatan kebersihan lingkungan hidup maupun penanaman pohon di sumber mata air.

Dalam kegiatan sosial karitatif dibagikan sembako kepada kelompok rentan kelompok ODHA dan yatim piatu.

“Dalam tahun 2023 Keuskupan Ruteng berfokus pada program ekonomi berkelanjutan, Sejahtera, Adil, dan Ekologis (SAE),” terang Pastor Marthin saat Konferensi Pers di Aula Puspas Keuskupan Ruteng pada Senin (02/10/2023).

Karena itu, dalam Festival Golo Curu diselenggarakan pameran ekonomi kreatif yang melibatkan pelbagai UMKM dari paroki-paroki dan kelompok ekonomi umat.

Hal ini kiranya dapat mendorong geliat ekonomi umat dan mewujudkan pariwisata holistik yang sungguh mensejahterakan dan memberdayakan masyarakat lokal.

Festival Golo Curu ini diselenggarakan dalam kerja sama yang erat dan  harmonis antar Gereja dan Pemda Kabupaten Manggarai, serta melibatkan berbagai stakeholder lainnya.

“Kerja sama jejaring inilah yang kiranya menjadi model kebersamaan Gereja dan Pemerintah serta masyarakat dalam mewujudkan Tanah Nuca Lale yang makmur dan bahagia,” ungkapnya.

Ia mengharapkan partisipasi insan pers untuk mempublikasikan Festival Golo Curu demi mewujudkan kehidupan ekonomi umat yang semakin sejahtera dan menguatkan iman umat dalam pencaharian kebahagiaan sejati yang hanya ditemukan dalam perjumpaan dengan Allah.

Dalam dekapan Bunda Maria Ratu Rosari kita mempersembahkan seluruh harapan dan kecemasan serta suka duka umat Allah Keuskupan Ruteng.

Di tempat yang sama, Ketua umum Festival Golo Curu tahun 2023 Jahang Fansi Aldus menjelaskan, hajatan tersebut adalah kegiatan spiritual untuk memperteguh dan merayakan iman umat kepada Yesus Kristus sang penebus melalui Bunda-Nya Perawan Maria.

Menurut dia, Festival Golo Curu resmi dibuka dengan misa di Bukit Gua Maria Golo Curu Karot. Setelah misa, arca Bunda Maria diarak dalam prosesi yang meriah menuju paroki St. Mikael Kumba. Selanjutnya selama sepekan arca Bunda Maria akan mengunjungi 7 paroki di Kota Ruteng.

Prosesi ini akan mencapai puncaknya pada tanggal 7 Okober 2023, dalam kegiatan akbar dari Gereja Paroki Katedral Ruteng menuju Gereja St. Fransiskus Asisi Karot dan berakhir di Bukit Golo Curu.

Perayaan Ekaristi agung Bunda Maria Ratu Rosari akan berlangsung di Gereja Paroki St. Fransiskus Asisi Karot.

“Jadi, Festival Golo Curu pertama-tama adalah kegiatan spiritual untuk memperteguh dan merayakan iman umat kepada Yesus Kristus Sang Penebus melalui Bunda-Nya Perawan Maria,” kata Fansi

“Devosi kepada Bunda Maria di Bukit Golo Curu adalah tradisi yang sudah lama mengakar dalam kehidupan umat Allah di Keuskupan Ruteng dan di Kota Ruteng pada khususnya,” sambungnya.

Fansi mengatakan, umat mendaraskan doa Rosario dalam segala situasi hidupnya baik suka maupun duka.

Melalui doa Rosario itu mereka merasakan dekapan kasih perlindungan sang Bunda Maria dan kekuatan dari Yesus Kristus Putranya. Karena itulah, Maria Ratu Rosari yang dirayakan oleh Gereja pada tanggal 7 Oktober menjadi pusat devosi dan kegiatan spiritual Festival Golo Curu.

Dikatakan, iman perlulah dirayakan dan dalam festival iman itu dapat diselebrasi dengan meriah dan partisipatif. Lebih dari itu, iman juga harus meresapi seluruh aspek kehidupan manusia. Iman perlu mendorong kesejahteraan ekonomi.

Demikian juga iman mesti bertumbuh dan berkembang dalam akar budaya lokal. Tak kalah pentingnya iman juga harus merawat dan melestarikan lingkungan alam ciptaan.

Penulis: Ardy Abba

Festival Golo Curu Keuskupan Ruteng Manggarai
Previous ArticleGelar Talk Show, SMP Seminari Pius XII Kisol Angkat Tema Bhineka Tunggal Ika
Next Article Penjabat Gubernur NTT Tampil Wibawa dalam Balutan Tenun Ikat Pahikung di Istana Negara

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Rumah Warga di Cibal Barat Ambruk Diterpa Hujan dan Angin Kencang

5 Maret 2026

Profil Desa Paka, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai

4 Maret 2026
Terkini

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Memburu “Hantu”, Memukul Manusia, dan Psikologi Sosial

6 Maret 2026

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.