Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Jurnalis Antara Juara Lomba Karya Jurnalistik Yayasan GMT
NTT NEWS

Jurnalis Antara Juara Lomba Karya Jurnalistik Yayasan GMT

By Redaksi18 November 20232 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Jurnalis peserta lomba pose bersama Ketua Yayasan GMT di Hotel Sasando Kupang, Fransiskus Go, Sabtu (18/11/2023)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Jurnalis media Kantor Berita Antara di Kupang, Beni Jahang menjadi juara dalam lomba karya jurnalistik yang digelar Yayasan Grahamandiri Manajemen Terpadu (GMT).

Karya tulis Beni Jahang meraih predikat terbaik dari yang baik.

Dia mendapatkan total uang senilai Rp1 juta dan juga hadiah utama sebuah laptop.

Dewan Juri, Semi Balukh sesaat sebelum mengumumkan peserta yang menjadi juara pada Sabtu (18/11/2023) di Hotel Sasando Kupang, menjelaskan, sejumlah 42 naskah karya tulis dikirim oleh sejumlah peserta yang adalah jurnalis di NTT.

Tulisan Beni Jahang tentang potret pendidikan di Kabupaten Kupang keluar sebagai yang terbaik.

Semi menyebut mayoritas peserta mengambil tema ekonomi.

“Sebanyak 21 karya terbaik diumumkan dari sebanyak 25 yang direncanakan awalnya,” kata dia.

Ketua Panitia Rivlan mengatakan, perlombaan digelar dengan membuka ruang bagi seluruh jurnalis di NTT agar mengirimkan karya terbaik  mereka.

Tema yang diusung yakni berkaitan dengan pendidikan, kesehatan dan ekonomi.

Ketua Yayasan GMT, Fransiskus Go mengaku sangat senang.

Dia mengatakan akan membaca semua karya  terbaik seperti hasil pengumuman dewan juri.

“Saya orang biasa, putra NTT lahir di Kefa. Karya yayasan ini sudah berjalan 15 tahun. Jejak penjernihan air di TTU.  Saya sampai sekarang masih membantu yayasan sekolah Katolik di Malaka,” kata Fransiskus soal Yayasan GMT.

Dia mengaku senang berjumpa dengan sejumlah jurnalis sebagai peserta maupun yang keluar sebagai juara.

“Saya bahagia bisa bertemu dengan jurnalis.  Saya yakni hari ini kita berada satu langit yang sama ingin membangun NTT,” katanya.

Menulis, kata dia, akan membuat orang bisa dikenal luas.

“Tulisan itu tidak akan hilang dari sejarah. Saya sudah cukup lama di NTT dan akan terus berjalan,” kata dia.

Diketahui, selain memberikan piagam dan hadiah bagi jurnalis yang menjadi peserta terbaik, Yayasan GMT juga membantu sebanyak tiga mahasiswa dari beberapa kampus di Kupang.

Bantuan itu diberikan secara langsung oleh Fransiskus berupa sejumlah uang beasiswa.

Penulis: Ronis Natom

Beni Jahang Yayasan GMT Yayasan Grahamandiri Manajemen Terpadu
Previous ArticlePKB Siap Terapkan Gaya Politik Riang Gembira di Pileg dan Pilkada 2024
Next Article Bahaya Kredit Macet Satu Talenta

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.