Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Seorang Ibu dan Empat Pemuda di Bakunase II Dianiaya Tanpa Sebab, Terduga Pelaku Belum Diamankan
NTT NEWS

Seorang Ibu dan Empat Pemuda di Bakunase II Dianiaya Tanpa Sebab, Terduga Pelaku Belum Diamankan

By Redaksi6 Januari 20242 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Korban penganiayaan, Cendi Bone mendapat beberapa jahitan di kepala
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kota Kupang, Vox NTT- Seorang ibu dan empat anak muda menjadi korban penganiayaan pada malam pergantian Tahun 1 Januari 2024 lalu.

Ketua RT 08, Kelurahan Bakunase II, Kota Kupang, Herman Misa meyebut kejadian itu terjadi jam 4 pagi tanggal 1 Januari 2024.

“Setelah kejadian saya langsung buat laporan. Setelah itu langsung visum. Tanggal 1 siang kami langsung ke Polda dan bertemu Propam,” kata Herman, Jumat (05/01/2024) siang.

Kejadian penganiayaan itu sudah dilaporkan ke Polsek Oebobo dengan surat tanda penerimaan laporan bernomor: STPL/2/1/2024/Sektor Oebobo.

“Hari Rabu tanggal 3 kami pergi lagi ketemu penyidik. Tapi belum ada jawaban,” kata Herman.

Pada Jumat 5 Januari 2024, Herman dan keluarga korban mendatangi Polda NTT.

“Kami tadi ke Polda  lalu diarahkan ke Polsek Oebobo lagi. Tapi saat kami ke Polsek tidak ada polisi yang sebelumnya sudah janji dengan kami,”  beber Herman.

Herman mengaku kesal, sebab laporan yang sudah disampaikan sejak awal tahun itu belum juga diproses.

Agar ada efek jera bagi para pelaku, Herman mengaku orangtua korban enggan untuk berdamai.

Ketua RT 08, Kelurahan Bakunase II, Herman Misa

“Kami sebagai masyarakat yang tidak paham hukum. Pihak pelaku kemarin dua kali datang supaya mau damai,” ujarnya.

Menurut Herman, korban penganiayaan itu yakni Cendi Tobe, Jemi Tobe, Jundri Manek dan ibu kandungnya.

Salah satu korban, Cendi Tobe menyebut jika mereka awalnya duduk di depan rumah pada subuh 1 Januari 2024.

Tiba-tiba rombongan para pelaku yang berjumlah puluhan orang datang.

“Awal kami duduk sama-sama di depan rumah. Pertama mereka pukul Jundri,” katanya.

Korban Cendi Tobe memgaku saat itu hendak melerai, tapi dia juga ikut menjadi korban penganiayaan.

Cendi mendapat pukulan di kepala hingga harus mendapat beberapa jahitan.

Sementara itu, orangtua salah satu korban Pace Ndun, meminta supaya masalah ini diproses secara adil.

“Pelaku ini kalau bisa ditahan. Kami orangtua tidak mau berdamai,” tukasnya.

Selaku RT 08 Kelurahan Bakunase Herman Misa sudah menyerahkan ke Polsek Oebobo untuk diproses. Tapi para pelaku sampai saat ini belum diamankan.

Menurutnya, sudah ada tiga orang yang divisum.

“Sebagai RT saya sudah laporkan ke Polsek,” kata dia.

Kapolsek Oebobo AKP Riky Dali sudah dihubungi VoxNtt.com sejak 5 Januari 2024 siang. Dirinya sempat merespons singkat.

“B cek e,” katanya ketika ditanya soal proses hukum itu.

Hingga berita ini diturunkan, pihaknya belum memberikan keterangan.

Keluarga korban menyebut jika kemarin 5 Januari 2024 siang para terduga pelaku terlihat mendatangi Polsek Oebobo untuk menjalani pemeriksaan, namun kemudian mereka pulang.

Penulis: Ronis Natom

Kelurahan Bakunase II Kota Kupang
Previous ArticlePerempuan Muda Pejuang Pendidikan dari Tapal Batas
Next Article Tiga Tersangka Kasus Pasar Danga Dinilai Belum Dapatkan Hak Keadilan

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.