Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Citi Indonesia dan Kopernik Gelar Festival Bamasak Hai Mnahat di TTS
NTT NEWS

Citi Indonesia dan Kopernik Gelar Festival Bamasak Hai Mnahat di TTS

By Redaksi27 Maret 20243 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Festival bertajuk ‘Bamasak Hai Mnahat’ di Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (23/3/2024)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

SoE, Vox NTT– Yayasan Kopernik dan Citibank, N.A., Indonesia (Citi Indonesia) menggelar Festival bertajuk ‘Bamasak Hai Mnahat’ di Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (23/3/2024) lalu. 

Festival ini alam rangka mendukung ketahanan pangan dan praktik pertanian berkelanjutan di wilayah NTT.

Perhelatan ini merupakan festival perayaan panen raya untuk menyorot kekayaan pangan lokal asli Soe serta kekuatan praktik pertanian berbasis adat.

Festival Bamasak Hai Mnahat bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan
masyarakat Soe terkait pentingnya praktik pertanian berbasis adat yang berkelanjutan dalam
menjaga kelestarian alam dan keanekaragaman hayati.

Program ini berlangsung dari tahun 2023 hingga 2025 serta akan bekerja sama dengan para petani sebagai peserta program, melibatkan para pegiat pertanian dan pangan berkelanjutan lintas sektor, termasuk pemerintah setempat serta pelaku di sektor kreatif.

Director & Country Head of Public Affairs Citi Indonesia Puni Ayu Anjungsari mengatakan, tersedianya pangan lokal berkualitas merupakan pondasi penting dalam membangun masyarakat yang tangguh, sehat, dan berkualitas terutama dalam mewujudkan generasi Indonesia Emas 2045.

Melalui program Hai Mnahat, Ayu berharap masyarakat Soe dapat terlibat secara aktif dalam mendukung ketahanan pangan lokal dan memperkuat sistem pertanian yang tahan iklim melalui berbagai inovasi pengolahan pangan untuk memenuhi kebutuhan pangan yang bergizi.

COO dan Co-Founder dari Yayasan Kopernik Ewa Wojkowska mengatakan, tujuan jangka panjang dari program ini adalah membangun sistem pangan komunitas yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan iklim.

“Dengan konsumsi serta pemanfaatan
pangan lokal bernutrisi, dan kembali mempraktikkan pertanian berbasis adat, diharapkan ketahanan pangan masyarakat Timor dapat semakin kuat, melangkah menuju kedaulatan
pangan,” kata Ewa.

Festival ‘Bamasak Hai Mnahat’ merupakan rangkaian kegiatan dari program ‘Hai Mnahat’, yang memiliki arti ‘makanan kami’.

Program yang diinisiasi oleh Yayasan Kopernik dan didanai oleh Citi Foundation ini bertujuan untuk mengatasi masalah kerawanan pangan di NTT khususnya di Kota Soe.

Sebuah masalah yang diperburuk oleh krisis iklim yang mengakibatkan penurunan hasil panen dan produksi ternak serta berdampak pada masyarakat kurang terlayani dan terpinggirkan.

Akibatnya, 34% penduduk di wilayah tersebut mengalami kerawanan pangan, serta tingginya angka prevalensi stunting sebesar 48,3%.

Program Hai Mnahat akan mengimplementasikan kegiatan-kegiatan seperti eksperimen penggunaan rumah pengering tenaga surya dan penyimpanan benih, pemanfaatan Black Soldier Fly (BSF) untuk pengolahan sampah panen jadi pakan ternak dan kompos, serta penguatan agribisnis skala mikro untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Selain meningkatkan ketahanan pangan lokal, program ini juga memperkuat agribisnis mikro dan produk lokal, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Program ini diharapkan mampu membantu membangun sistem pangan yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan iklim sehingga dapat meningkatkan ketersediaan pangan serta memberi asupan gizi yang baik. [*]

Bamasak Hai Mnahat Timor Tengah Selatan TTS
Previous ArticleDivonis Satu Tahun Pidana Penjara, Lorens Sogen Kecewa dengan Pemda Flotim
Next Article Unika Ruteng dan University of Colorado Boulder Bangun Kerja Sama Penelitian

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.