Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Gonis Bajang Beberkan Alasan Buruknya Kualitas Jalan di Manggarai Timur
HEADLINE

Gonis Bajang Beberkan Alasan Buruknya Kualitas Jalan di Manggarai Timur

By Redaksi13 Mei 20243 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bakal calon bupati Matim, Gonis Bajang
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Bakal calon bupati Manggarai Timur Gorgonius Bajang atau Gonis Bajang mengungkapkan sejumlah fakta soal buruknya kualitas pembangunan jalan di Manggarai Timur.

Anggota DPRD Matim dari Fraksi PDI Perjuangan itu menyampaikan beberapa alasan soal kualitas jalan yang buruk meskipun baru beberapa bulan dibangun.

Pertama, menurut Gonis, kualitas jalan yang buruk disebabkan karena sebagian besar rekanan atau kontraktor tidak berasal dari Matim.

“Rasa kepemilikan menjadi berkurang karena sebagian besar kontraktor berasal dari luar Matim,”  ujar Gonis di Kupang, Senin (13/5/2024) siang.

Sekretaris DPC PDIP Matim itu kembali mengingatkan bahwa kualitas pembangunan jalan buruk karena pengusaha yang direkomendasikan tidak merasa memiliki Matim.

“Karena hampir semua kontraktor dari luar. Dari Ende, Ngada, Ruteng jadi mereka tidak memikirkan kualitas pembangunan itu,” ujarnya.

Gonis mengaku dirinya sudah empat kali menjadi Pansus saat LKPJ. Selama itu pula ia selalu membahas soal infrastruktur jalan yang berkualitas buruk.

Kedua, menurut Gonis, Pemda Matim tidak punya keinginan untuk meningkatkan sumber daya bagi rekanan lokal.

“Kita tidak punya usaha untuk meningkatkan sumber daya pekerja lokal,” ujarnya.

Ketiga,  sebagian kontraktor di Matim mendapat paket proyek lebih dari dua.

Akibatnya, pekerjaan jadi menumpuk. Bahkan kebiasaan selama ini, lanjut dia, satu kontraktor diberikan pekerjaan sampai empat paket.

“Sehingga akan berimbas pada kualitas pekerjaan,” imbuh Gonis.

Kelima, menurutnya, pemerintah juga memberikan pekerjaan kepada rekanan yang tidak punya peralatan sesuai dengan standar.

“Sehingga mereka selalu pinjam alat ke pihak lain. Ini akan berimbas pada beban pembiayaan dan juga ujungnya pada kualitas,” kata dia.

Serius Maju Cabup

Gonis menyatakan dirinya serius untuk maju sebagai calon bupati Matim. Selain karena dorongan masyarakat juga terdapat penugasan partai.

“Saya di PDIP ditugaskan sebagai salah satu calon bupati setelah Pak Ketua DPC PDIP Matim Marselis Sarimin meninggal dunia,” ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Matim periode 2014 sampai 2019 menjelaskan, keinginannya itu juga untuk mengabdi pada kepentingan masyarakat Matim.

“Saya mau maju sebagai balon bupati karena berpikir soal masa depan Matim. Saya hari ini didorong oleh masyarakat dan partai politik. Motivasi saya sederhana bagaimana kesejahteraan masyarakat terintegrasi dengan infrastruktur,” ujarnya.

Politisi asal Elar itu mengakui bahwa Matim merupakan daerah yang sangat subur.

“Selama saya jadi DPRD 15 tahun saya melihat Matim adalah daerah yang kaya dan subur. Masalahnya di komitmen pemerintah mendorong pertumbuhan masyarakat. Misalnya sektor pertanian,” kata dia.

“Infrastruktur harus diperhatikan secara serius. Saya mau sektor pertanian menjadi sektor utama untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Jika itu diperhatikan serius maka status daerah miskin ekstrem itu pelan-pelan mulai dibenahi,” kata dia.

Selain sektor pertanian, menurut Gonis, status Labuan Bajo sebagai lokasi pariwisata super premium harus dimanfaatkan oleh daerah sekitar, termasuk Matim.

“Saya juga akan memikirkan soal peningkatan pariwisata agar bisa terintegrasi dengan Labuan Bajo sebagai wisata super premium,” ujar Gonis.

Sekadar informasi, Gonis sendiri sudah mendaftar di DPC PDIP Matim sebagai bakal calon bupati Matim, beberapa waktu lalu.

Penulis: Ronis Natom

Bakal calon bupati Matim Gonis Bajang Manggarai Timur Matim Pilkada Matim Pilkada Matim 2024
Previous ArticleArdi Sehami Berjanji akan Bangun Manggarai Barat Lebih Maju di Sejumlah Sektor
Next Article Maju Pilkada Manggarai Barat, Irenius Surya akan Fokus Bangun Ruang Publik untuk Masyarakat

Related Posts

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

Jalan Terbelah akibat Tanah Bergerak di Rana Poja Manggarai Timur, Warga Minta Pemerintah Atasi

2 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.