Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Fraksi Demokrat NTT Prihatin dengan Kasus Demam Berdarah di Sabu Raijua
KESEHATAN

Fraksi Demokrat NTT Prihatin dengan Kasus Demam Berdarah di Sabu Raijua

By Redaksi13 Januari 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Astra Blandina Gaidaka saat membacakan pendapat akhir Fraksi Demokrat DPRD NTT, Senin, 13 Januari 2025 (Foto: Ronis Natom/ Vox NTT) 
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – Fraksi Demokrat DPRD Provinsi NTT prihatin atas meningkatnya kasus demam berdarah (DBD) di Kabupaten Sabu Raijua.

Juru bicara fraksi Demokrat DPRD NTT, Astra Blandina Gaidaka mengatakan, kasus DBD di Kabupaten Sabu Raijua sudah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Astra menjelaskan, DBD adalah penyakit menular yang dapat berdampak sangat serius bagi masyarakat, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan lainnya.

“Kejadian ini menunjukkan pentingnya kewaspadaan dan respons cepat dari semua pihak, terutama dalam menghadapi ancaman kesehatan yang dapat menyebar dengan cepat,” katanya saat membacakan pendapat akhir Fraksi Demokrat DPRD NTT, Senin, 13 Januari 2025.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur, melaporkan selama periode 1-8 Januari 2025 tercatat ada 52 orang yang terjangkit demam berdarah dengue (DBD) di daerah itu.

“Hingga 8 Januari, ada 52 kasus DBD dengan satu penderita meninggal dunia,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sabu Raijua Thobias Jusuf Messakh, Rabu, 8 Januari, dikutip Antara.

Ia mengatakan, 52 kasus DBD itu tersebar di lima Kecamatan dari enam Kecamatan yang ada di Kabupaten yang berbatasan laut dengan Australia itu.

Lima kecamatan yang terdampak DBD itu, yakni Kecamatan Sabu Barat 15 kasus, Sabu Tengah 24 kasus, Sabu Timur enam kasus, Sabu Liae dua kasus dan Hawu Mehara lima kasus.

“Satu Kecamatan di Raijua hingga saat ini masih nol kasus,” ujar dia

Kecamatan Sabu Tengah menjadi wilayah tertinggi dengan 24 kasus, dan satu pasien yang meninggal dunia berasal dari wilayah tersebut.

“Pasien yang meninggal seorang anak berumur enam tahun,” kata Thobias.

Pemerintah kabupaten setempat telah mengeluarkan KLB DBD di daerah itu sejak November 2024, dan sampai saat ini masih berlaku status tersebut.

“Sesuai Instruksi Bupati Sabu Raijua, semua elemen terus berupaya demi menekan laju kasus DBD,” jelasnya.

Thobias mengatakan sudah ada sosialisasi kepada masyarakat, pembagian bubuk abate, dan penyemprotan fogging, khususnya di daerah yang rawan.

“Bagi masyarakat yang mengalami tanda-tanda awal DBD diminta untuk segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat,” pesannya.

Ia berharap, dengan dukungan dan gerak cepat semua elemen, Kabupaten Sabu Raijua bisa keluar dari kondisi KLB DBD ini.

Data Dinas Kesehatan, PP dan Keluarga Berencana Kabupaten Sabu Raijua menunjukkan bahwa Trend Kasus DBD di Kabupaten Sabu Raijua Tahun 2021-2024 dengan jumlah kasus per tahun 2021 sebanyak 72 kasus, tahun 2022 sebanyak 64 kasus, tahun 2023 55 kasus dan lonjakan kasus pada tahun 2024 ada di angka 479 kasus.

Penulis: Ronis Natom

DBD Sabu Raijua Demokrat Demokrat NTT DPRD NTT Fraksi Demokrat DPRD NTT Sabu Raijua
Previous ArticleTerang Sabda di Tanah Sumba Menyembuhkan yang Terluka
Next Article 15 Putra-putri Asli NTT Lolos Seleksi Jaksa, Stevano Rizki Apresiasi Jaksa Agung

Related Posts

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026

DPRD NTT Minta 9.000 PPPK Guru dan Nakes Tak Diberhentikan

5 Maret 2026
Terkini

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Memburu “Hantu”, Memukul Manusia, dan Psikologi Sosial

6 Maret 2026

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.