Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Sungai Waepesi Reo Makan Korban, Pelajar Asal Benteng Rampas Tenggelam
Regional NTT

Sungai Waepesi Reo Makan Korban, Pelajar Asal Benteng Rampas Tenggelam

By Redaksi15 Januari 20253 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pelajar SMP yang tenggelam di Waepesi Reo ditemukan tak bernyawa di pinggir sungai (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT – Sungai Wae Pesi Reo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, NTT kembali menelan korban pada Selasa, 14 Januari 2025.

Setelah pada tahun-tahun sebelumnya sungai Wae Pesi kerap diberitakan makan korban, awal tahun 2025 pun peristiwa itu terjadi kembali.

Seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) bernama Kristianus Carli Hasan (15) asal Kampung Lagos, Desa Benteng Rampas, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, NTT dilaporkan tenggelam di sungai Wae Pesi.

Kapolsek Reo, Iptu Joko Sugiarto dihubungi VoxNtt.com menjelaskan, kejadian yang menimpa Kristianus terjadi sekitar pukul 13.30 Wita,  di Sungai Wae Pesi, Lingkungan Keramat, Kampung Batok, Desa Salama, Kecamatan Reok.

Sungai Wae Pesi yang menjadi lokasi tenggelamnya pelajar dengan nama panggil Carli ini merupakan pembatas wilayah Kecamatan Reok dan Kecamatan Lamba Leda Utara.

Dijelaskan Joko, sebelum kejadian, korban keluar dari rumah saudari kandungnya, Maria Serliana Rut (24) di Kampung Jengkoe, Desa Satar Punda Barat, Kecamatan Lamba Leda Utara menuju Sungai Wae Pesi

Sesampainya di sungai, kata Joko, korban sempat bertemu dengan tiga orang rekannya yang lagi mancing. Mereka bertiga merupakan seorang pelajar SD asal Kampung Jengkoe.

Ia pun langsung menghampiri rekannya yang lagi mancing dengan cara berenang ke arah tiga rekannya itu.

Namun, sial datang menimpa Carli. Ia dihantam arus deras yang menyeretnya sampai ke dalam sungai.

Salah satu rekannya yang lagi mancing bernama Julianus sempat mengambil sebilah bambu dan mengarahkan bambu itu kepada Carli untuk dipegang, namun bambu itu patah dan korban Carli pun tenggelam.

Ketiga rekannya itu pun langsung bergegas memanggil warga sekitar dan menuju Kampung Jengkoe untuk memberi kabar.

Anggota Polsek Reo, Sat Polairud, Koramil 1612-03 Reok dan anggota Polsek Lamba Leda yang menerima informasi tenggelam langsung bergegas ke lokasi untuk melakukan pencarian korban.

Prosen pencarian itu pun dibantu warga sekitar.

Joko berkata, selama proses pencarian petugas mengalami beberapa kendala sehingga korban cukup lama ditemukan.

Kondisi air yang keruh dan minimnya peralatan menjadi kendala petugas saat itu.

Joko menerangkan, korban baru berhasil ditemukan hari ini Rabu 15 Januari 2025 oleh Saudara Nabon dalam kondisi terlentang di pinggir sungai.

Korban pun langsung dibawa ke Rumah Sakit Pratama Reo untuk mendapat hasil visum et repertum.

Dari hasil visum yang dilakukan dr. Sofia Septria Nurdin dijelaskan bahwa kematian korban masih kurang dari 24 jam.

Korban juga mengalami washer women hands dan kadaverik spasm, pucat kriput akibat kelamaan di air.

Setelah mendapat hasil visum, korban langsung diserahkan kepada keluarga untuk dibawa dan dikebumikan di kampung halamannya Lagos, Benteng Rampas.

Penyerahan jenazah korban kepada keluarga dilakukan oleh yang mewakili Kapolsek Lamba Leda, Aipda Lourensius lalu dibawa menuju kampung halaman menggunakan mobil Dum Truck EB 8146 EA

“Semua keluarga menerima kejadian ini sebagai sebuah musibah dan korban rencana dikebumikan pada Kamis 16 Januari,” ungkap Joko.

Untuk diketahui, selama 14 hari sebelum kejadian korban tinggal bersama saudari kandungnya di Kampung Jengkoe dan berencana untuk pindah sekolah dari SMP Lagos ke SMP Satap Jengkoe.

Penulis: Berto Davids

Lamba Leda Manggarai Timur Polsek Lamba Leda
Previous ArticleCSR Kubota dan Pilar Agri Bantu Genset untuk Klinik Kesehatan Pratama St. Fransiskus Asisi Ratedosa
Next Article Bank NTT Rekrut Komisaris, Kesepakatan dengan DPRD Diabaikan

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.