Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Labuan Bajo Dapat Sorotan Soal Pernikahan Dini, Dewi Suriany Tekankan Peran Penting Kepolisian
Regional NTT

Labuan Bajo Dapat Sorotan Soal Pernikahan Dini, Dewi Suriany Tekankan Peran Penting Kepolisian

By Redaksi3 Februari 20253 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat Yovita Dewi Suriany memberikan masukan saat berdialog bersama Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang di ruangan rapat DPRD Kabupaten Manggarai Barat Senin, 3 Februari 2025 (Foto: Sello Jome/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT – Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, yang kini menjadi destinasi pariwisata super prioritas, terus menarik perhatian dunia.

Meningkatnya kunjungan wisatawan baik domestik maupun internasional turut membawa pengaruh terhadap budaya setempat, baik positif maupun negatif.

Salah satu perhatian yang muncul adalah tingginya angka pernikahan dini di wilayah tersebut. Hal ini menjadi sorotan serius dari anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Yovita Dewi Suriany, dalam pertemuannya dengan Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang di ruang rapat DPRD pada Senin, 3 Februari 2025.

Dewi menekankan pentingnya peran kepolisian dalam menjaga keselamatan anak-anak, khususnya perempuan di bawah umur yang masih duduk di bangku sekolah.

Menurutnya, Indonesia memiliki cita-cita besar untuk mencapai Generasi Emas 2045, namun hal itu hanya bisa terwujud dengan mempersiapkan generasi muda yang sehat dan terhindar dari pernikahan dini.

“Perempuan adalah pabrik bagi generasi emas. Oleh karena itu, kita harus memastikan anak-anak kita, terutama perempuan, tidak terjebak dalam pernikahan dini,” ujar Dewi.

Dewi juga merujuk pada data yang menunjukkan bahwa angka pernikahan dini di Manggarai Barat pada 2023 masih tinggi, mencapai 17,99 persen atau sekitar 6.534 kasus.

Ia mengingatkan, pernikahan dini bukan hanya menghambat pendidikan dan perkembangan anak, tetapi juga membahayakan kesehatan serta masa depan mereka.

“Jika fenomena ini terus dibiarkan, maka kita akan kesulitan mencapai cita-cita generasi emas yang kita harapkan,” tegas Dewi, yang juga menjabat Ketua Bappilu DPD Partai NasDem Manggarai Barat.

Untuk mengatasi masalah ini, Dewi mengusulkan beberapa langkah konkret, termasuk peningkatan pengawasan terhadap anak-anak sekolah yang tinggal di rumah kos.

Banyak siswa dari daerah pelosok yang datang ke Labuan Bajo untuk bersekolah dan tinggal di kos-kosan tanpa pengawasan yang memadai, yang berisiko menyebabkan kehamilan di luar nikah pada remaja.

Dewi menyarankan agar pemerintah daerah dan kepolisian bekerja sama untuk membangun sistem pemantauan anak kos, serta bekerja sama dengan pemilik kos untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman.

Selain itu, Dewi juga menekankan pentingnya pendidikan seks dan kesadaran dini di sekolah-sekolah tentang kesehatan reproduksi dan bahaya pernikahan dini.

Ia juga mengusulkan penguatan regulasi dan kebijakan untuk mencegah pernikahan dini, serta meningkatkan perlindungan terhadap anak perempuan.

“Penegakan hukum terhadap pelaku yang memanfaatkan kondisi anak di bawah umur harus diperketat,” tegasnya.

Dewi menegaskan, pencapaian Generasi Emas 2045 bukan hanya sebuah slogan, melainkan tanggung jawab bersama.

“Perlindungan terhadap anak-anak, terutama perempuan, harus menjadi prioritas utama,” tutupnya.

Pernikahan dini, kata Dewi, harus dicegah tidak hanya untuk melindungi pendidikan dan masa depan anak-anak, tetapi juga demi kemajuan bangsa.

“Bangsa yang maju adalah bangsa yang melindungi dan memberdayakan generasi mudanya,” tambahnya.

Penulis: Sello Jome

DPRD Mabar Mabar Manggarai Barat Polres Mabar Yovita Dewi Suriany
Previous ArticlePemuda Katolik NTT Target Infrastruktur Organisasi 100 Persen Sebelum Rakerda
Next Article Bencana Alam Terjang Kabupaten Kupang, Ratusan Rumah dan Fasilitas Umum Rusak

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.