Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Warga Kelurahan Lasiana Usulkan Penyederhanaan Pelayanan BPJS Kesehatan bagi Warga Kurang Mampu
Regional NTT

Warga Kelurahan Lasiana Usulkan Penyederhanaan Pelayanan BPJS Kesehatan bagi Warga Kurang Mampu

By Redaksi23 Maret 20253 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Reses Anggota DPRD NTT Muhamad Ansor di Kelurahan Lasiana (Foto: Ronis Natom/VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kota Kupang, Vox NTT – Warga di Kelurahan Lasiana, Kota Kupang, mengusulkan agar pelayanan BPJS Kesehatan dapat dipermudah, khususnya bagi mereka yang tergolong dalam kategori kurang mampu.

Usulan ini disampaikan saat kegiatan reses yang digelar oleh Anggota DPRD Fraksi Golkar, Muhammad Ansor, pada Sabtu, 22 Maret 2025.

Kani Ndolu Misa, salah seorang warga RT 22 Kelurahan Lasiana, mengungkapkan keluhan terkait pelayanan BPJS Kesehatan yang dirasakannya.

Ia menjelaskan, kendala sering muncul ketika ia dan keluarganya harus berulang kali menjalani perawatan di rumah sakit.

“Kami yang pakai BPJS, kalau sakit tiga hari di rumah sakit, nanti sakit lagi baru pergi lagi,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa meskipun BPJS Kesehatan bagi warga kurang mampu seharusnya gratis, sering kali ada banyak persyaratan dan aturan yang membingungkan.

Selain masalah BPJS, Kani Ndolu juga menyampaikan persoalan keuangan yang dialami oleh warga, serta masalah pengelolaan pariwisata di Pantai Lasiana.

“Koperasi harian terlalu mudah untuk didapatkan. Begitu mereka mendapatkannya, besoknya sudah datang untuk menagih,” ujar Kani.

Ia juga mengeluhkan pengelolaan pantai yang dianggap kurang mendapat perhatian serius dari pemerintah.

“Tidak ada yang memperhatikan Pantai Lasiana. Mereka bilang itu urusan provinsi, tapi tidak ada yang datang memeriksa,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Yasi Ofi, Ketua RT 29, juga menyampaikan permasalahan di wilayahnya.

“Saya atas nama warga RT 29 menyampaikan terima kasih kepada Pak Ansor yang telah hadir di wilayah kami. Kami masih menghadapi banyak kesulitan, terutama dalam hal kesehatan dan pendidikan. Masih banyak warga yang belum memiliki kartu BPJS,” ungkap Yasi.

Menanggapi berbagai usulan warga, Muhammad Ansor, Anggota DPRD NTT Komisi V, menyampaikan bahwa semua aspirasi akan diproses melalui dua jalur.

“Jalur utama melalui musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) di kelurahan maupun kecamatan, dan jalur kedua melalui DPRD,” ujarnya.

Ansor yang merupakan anggota Komisi V DPRD NTT yang membidangi Dinas Kesehatan, menjelaskan lebih lanjut mengenai permasalahan BPJS Kesehatan.

“BPJS itu ada dua jenis, yakni mandiri dan KIS (Kartu Indonesia Sehat). Masalah utamanya adalah BPJS Kesehatan gratis yang diberikan untuk masyarakat kurang mampu,” katanya.

Menurut Ansor, bagi warga yang menggunakan BPJS Kesehatan Mandiri, mereka diwajibkan untuk membayar cicilan setiap bulan.

“Kalau yang mandiri, harap dicicil sedikit demi sedikit, supaya ketika bapa atau mama sakit, BPJS bisa mengakomodirnya,” ujarnya.

Sementara itu, untuk BPJS Kesehatan gratis, Ansor menjelaskan bahwa banyak layanan yang dinonaktifkan karena kurangnya dokumen yang diperlukan untuk memastikan status warga sebagai penerima manfaat.

“Hal ini terkait dengan status pekerjaan dan dokumen lainnya. Ini penting, makanya RT harus selalu mengecek dokumen untuk memastikan persyaratan terpenuhi,” tambahnya.

Reses yang digelar oleh Anggota DPRD NTT Fraksi Golkar Dapil Kota Kupang ini berlangsung di Bimopu, Kelurahan Lasiana, dan dihadiri oleh sekitar 100 orang warga.

Kegiatan ini bertujuan untuk menampung aspirasi masyarakat yang akan dibawa ke DPRD guna ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur yang ada.

Penulis: Ronis Natom

DPRD NTT Kelurahan Lasiana Muhamad Ansor
Previous ArticleScout Ramadan Festival Diisi dengan Buka Puasa Bersama, Dewi Suriany: Beri Dampak Positif Bagi Generasi Penerus
Next Article Sheline Lana Terima Titipan Aspirasi Perbaikan Infrastruktur dari Masyarakat Manggarai Raya

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.