Ende, Vox NTT – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, menyerahkan bantuan senilai Rp3,9 miliar untuk pembangunan sektor pendidikan menengah di Kabupaten Ende.
Penyerahan bantuan ini dilakukan dalam acara tatap muka dengan Kepala SMA/SMK se-Kabupaten Ende di SMKN 2 Ende pada Rabu, 2 April 2025.
Turut hadir dalam acara tersebut Anggota DPD RI Angelius Wake Kako, Wakil Bupati Ende Dominikus Minggus Mere, Sekda Kabupaten Ende Agustinus Gaja Ngasu, Ketua DPRD Kabupaten Ende Fransiskus Taso, serta sejumlah pejabat lainnya, termasuk Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, dan Plt. Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT, Benny Nahak.
Bantuan yang diserahkan Gubernur NTT tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi NTT, yang rencananya digunakan untuk rehabilitasi sekolah menengah di Kabupaten Ende serta mendukung kelancaran pelaksanaan pendidikan di wilayah tersebut. Bantuan ini diterima secara simbolis oleh Wakil Bupati Ende.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki berharap agar dana bantuan tersebut dapat dikelola dengan baik oleh Pemerintah Kabupaten Ende, sehingga dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi sektor pendidikan.
Ia juga mengingatkan agar pemanfaatan dana ini tepat sasaran, guna meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat menengah di daerah tersebut.
Lebih lanjut, Gubernur Melki mengimbau kepada para siswa SMA dan SMK untuk lebih aktif dalam sektor produktif, dengan mengimplementasikan ilmu yang didapatkan di lapangan guna menjawab tantangan perkembangan zaman.
Ia juga menekankan pentingnya mengenal potensi daerah dan memanfaatkan keunggulan lokal untuk pembangunan.
“Kami ingin agar di tingkat pendidikan SMA dan SMK, anak-anak kita mulai terlibat langsung dengan sektor-sektor produktif, seperti berkebun, bertani, beternak, dan memanfaatkan potensi laut yang ada di daerah ini. Ini adalah langkah awal untuk membentuk mentalitas yang tangguh pada generasi muda di Ende,” ujar Gubernur Melki.
Melki juga mengungkapkan bahwa pemerintah akan terus mendorong program-program pembangunan yang ada dari tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten, agar para siswa tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga memahami program pembangunan yang ada di daerah mereka. [VoN]