Labuan Bajo, Vox NTT – Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memberikan respons terhadap pemberitaan VoxNtt.com pada Jumat, 4 April 2025, yang berjudul “Warna Pertalite Mirip ‘Es Cendol’, Pengendara di Labuan Bajo Mengeluh Mobil Susah Pompa Minyak.”
Berita tersebut mengutip pengakuan pengendara yang menyatakan bahwa kualitas dan warna Pertalite yang mereka gunakan diduga menjadi penyebab kendaraan mereka sulit, saat melakukan pengisian bahan bakar dan mengalami penurunan performa.
Para pengendara juga mengeluhkan perubahan warna Pertalite yang kini menyerupai “es cendol“, yang diduga membuat kinerja fuel pump pada mobil mereka melemah dan aliran bahan bakar menjadi tidak stabil.
“Sebelumnya tidak ada masalah, tetapi sekarang mobil seperti bunyi delko ketika mendaki. Banyak teman-teman yang mengeluh dan terpaksa membongkar mobil hanya tiga hari setelah mengisi Pertalite,” kata ND, pengendara yang merasakan hal tersebut.
Merespons pemberitaan tersebut, Pertamina Jatimbalinus melalui Sales Area Retail Wilayah NTT langsung melakukan pengecekan uji sampling Quality & Quantity pada lima Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di Kota Super Premium Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, pada Sabtu, 5 April 2025, sehari setelah berita VoxNtt.com viral.
Kelima SPBU yang diperiksa meliputi SPBU 54.866.06, SPBU 58.865.12, SPBU 54.865.02, SPBU 55.865.20, dan SPBU 55.865.15.
Menurut Mutiara Evy, Officer Communication Relation PT. Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, hasil pengecekan menunjukkan bahwa kualitas BBM Pertalite di kelima SPBU tersebut sudah sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan. Dengan demikian, pihaknya menegaskan bahwa informasi mengenai Pertalite yang mirip “es cendol” adalah tidak benar.
“Kami telah melakukan uji sampling quality & quantity (Q&Q) di seluruh SPBU Labuan Bajo yaitu di SPBU 54.865.06, SPBUN 58.865.12, SPBU 54.865.02, SPBU 55.865.20, SPBU 55.865.15 dengan hasil pengecekan suhu dan density sesuai ketentuan spesifikasi,” jelas Mutiara.
Ia mengungkapkan, pengecekan BBM Pertalite yang dilakukan di Labuan Bajo dilakukan melalui beberapa langkah, antara lain pengukuran densitas dan suhu BBM yang keluar dari nozzle, yang semuanya masih berada dalam rentang toleransi spesifikasi yang ditetapkan pemerintah.

Selain itu, dilakukan juga pengukuran tera nozzle BBM/Takaran BBM yang memastikan hasilnya tetap sesuai dengan rentang toleransi spesifikasi pemerintah.
Visual BBM juga diperhatikan di seluruh SPBU Labuan Bajo, dengan pemasangan botol kaca sampel BBM di dekat pompa SPBU, yang memudahkan pelanggan untuk melihat langsung warna BBM yang dijual.
Pihaknya juga melakukan uji acak (random sampling) pada kendaraan pengguna BBM Pertalite di bengkel Labuan Bajo.
Cara yang dilakukan adalah dengan menguras isi tangki kendaraan untuk memeriksa warna visual BBM Pertalite, dan hasilnya menunjukkan bahwa warna BBM Pertalite dari tangki kendaraan tidak berbeda dengan warna BBM Pertalite di SPBU Pertamina Labuan Bajo.
Mutiara menegaskan, Pertamina akan terus menjamin kualitas Pertalite sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan, dengan melakukan pengawasan ketat terhadap kualitas dan kuantitas seluruh produk BBM yang dijual kepada masyarakat.

Setiap BBM yang masuk ke fuel terminal telah melalui serangkaian uji kualitas yang ketat sebelum disalurkan ke SPBU.
Begitu pula, penerimaan mobil tangki Pertamina di SPBU selalu dilakukan pengecekan terhadap berita acara pengiriman BBM dari fuel terminal, yang telah menjalani uji kualitas ketat sebelum didistribusikan ke pelanggan melalui SPBU.
“Intinya BBM tidak ada masalah. Itu uji sampling masuk ke kendaraan, mau mobil atau motor bukan menjadi persoalan, karena yang kami cari BBM nya dapat darimana, ternyata di SPBU setelah kami cek sudah sesuai spesifikasi,” kata Mutiara.
Penulis: Berto Davids