Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Daging Ayam MBG Basi di Ruteng, Pengamat: Jangan Dipaksakan Jika Belum Siap
Regional NTT

Daging Ayam MBG Basi di Ruteng, Pengamat: Jangan Dipaksakan Jika Belum Siap

By Redaksi12 Juni 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pengamat Pendidikan sekaligus Dosen Unika St. Paulus Ruteng, Marsel Ruben Payong. (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNTT.com – Kasus daging ayam basi yang ditemukan dalam Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SDK Ruteng IV, Manggarai, NTT, baru-baru ini.

Kini, kasus tersebut kembali memunculkan sorotan publik terutama terkait kesiapan pelaksanaan program nasional tersebut.

Menu daging ayam yang seharusnya disajikan kepada para siswa terpaksa dibatalkan distribusinya karena ditemukan dalam kondisi tidak layak konsumsi.

Kepala SDK Ruteng IV, Fransisca Nurhaina membenarkan bahwa siswa pada hari itu hanya mengonsumsi tahu dan tempe tanpa tambahan lauk utama.

“Kami sudah menerima klarifikasi dari pihak penyedia, dan mereka menyatakan bahwa daging ayam tidak dikirim karena kondisinya memang tidak layak,” ungkapnya.

Pihak penyedia dari Yayasan Komunitas Inovasi Rumpun Bambu (YKIRB) melalui Dapur Karot, yang menjadi mitra program, menyatakan keputusan tidak mendistribusikan ayam dilakukan demi menjaga kesehatan siswa.

“Kami tidak ingin ambil risiko,” ujar penanggung jawab YKIRB, Yetri.

Meski tidak dijelaskan penyebab spesifik dari kerusakan bahan makanan itu, Yetri mengatakan mereka tetap menyajikan alternatif berupa karbohidrat, lauk nabati, sayuran, dan buah.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf dan berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan dalam proses produksi dan distribusi makanan ke depan.

Pengamat pendidikan, Marsel Ruben Payong menilai kejadian ini seharusnya menjadi peringatan penting bagi semua pihak yang terlibat dalam program MBG.

“Kalau belum siap, sebaiknya jangan dipaksakan. Ini menyangkut kesehatan anak-anak bangsa,” katanya.

Ia menyebut keputusan penyedia untuk tidak menyajikan bahan basi sebagai langkah yang bertanggung jawab, namun menegaskan perlunya sistem pengawasan yang lebih ketat.

Marsel juga menyoroti potensi kerugian negara jika kejadian seperti ini terus terulang.

“Kalau tidak ada lauk, ya jangan diklaim dibayar penuh. Itu sudah risiko bisnis,” tegasnya.

Meski demikian, Marsel tetap mengapresiasi niat baik dari pemerintah Prabowo-Gibran dalam menggagas program MBG untuk meningkatkan gizi siswa, khususnya di daerah rawan.

Ia menyarankan agar program ini dikawal dengan pelaksanaan yang transparan dan akuntabel, serta koordinasi yang lebih baik dengan semua mitra penyedia.

Program MBG sendiri merupakan bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan asupan gizi anak-anak usia sekolah, terutama di wilayah yang mengalami tantangan dalam hal kecukupan nutrisi.

Kerja sama antara pemerintah dan lembaga lokal menjadi kunci utama keberhasilan program ini di lapangan.

Penulis: Berto Davids

Manggarai Marsel Payong Marsel Ruben Payong Program Makan Bergizi Gratis SDK Ruteng IV
Previous ArticleMenakar Kapabilitas Akademik dan Non- Akademik
Next Article Kepala Kantor Pertanahan Nagekeo Diduga Salahgunakan Wewenang Pascaputusan Hukum

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

Rumah Warga di Cibal Barat Ambruk Diterpa Hujan dan Angin Kencang

5 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.