Labuan Bajo, VoxNTT.com – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Manggarai Barat menggelar Kursus Mahir Dasar (KMD) bagi para calon Pembina Pramuka Penggalang. Kegiatan ini berlangsung selama tujuh hari, mulai 22 hingga 28 Juli 2025, bertempat di Sekretariat Kwarcab Labuan Bajo.
KMD ini diikuti oleh puluhan calon pembina dan dibuka secara resmi oleh Ketua Kwarcab Pramuka Manggarai Barat, Yovita Dewi Suriany.
Dalam keterangannya, Yovita Dewi Suriany menjelaskan, KMD Pembina Pramuka Penggalang merupakan pelatihan dasar bagi calon pembina yang bertujuan untuk membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam membina Pramuka.
“Tentu di dalamnya calon pembina diberi pemahaman tentang Kepramukaan, prinsip dasar, metode kepramukaan, serta cara mengelola satuan Pramuka Penggalang,” ujar Dewi saat ditemui VoxNtt.com, Rabu, 23 Juli 2025.
Dewi menyebutkan bahwa KMD yang berlangsung selama tujuh hari ini memberikan pemahaman menyeluruh mengenai Gerakan Pramuka, termasuk sejarah, tujuan, dan struktur organisasinya.
“Diharapkan juga mereka dapat memahami dan mampu menerapkan prinsip dasar dan metode kepramukaan dalam membina Pramuka Penggalang,” kata dia.
Ia menambahkan, KMD ini juga bertujuan untuk membentuk calon pembina yang mampu mengelola satuan Pramuka Penggalang, mulai dari penyusunan program kegiatan hingga pelaksanaan kegiatan kepramukaan di lapangan.
“Dengan KMD ini juga mereka diharapkan mampu menerapkan kepemimpinan yang berlandaskan pada Prinsip Dasar Kepramukaan dan Kode Kehormatan Pramuka,” tegasnya.
Yovita juga menekankan, seorang Pembina Pramuka harus mampu berperan aktif di tengah masyarakat dan lingkungan sekitarnya.
Ia menilai KMD ini sangat penting untuk diikuti sebagai langkah peningkatan kapasitas pembina.
Anggota DPRD Manggarai Barat ini menambahkan bahwa KMD dapat meningkatkan kualitas dan profesionalisme calon pembina.
“Yang paling penting juga calon pembina juga dapat mengembangkan kemampuan yaitu kemampuan calon pembina dalam membina dan mengelola satuan Pramuka,” ungkap Politisi NasDem itu.
Lebih lanjut, Dewi menyampaikan sejumlah materi yang akan diterima para peserta selama mengikuti pelatihan. Materi tersebut antara lain mencakup sejarah dan perkembangan Gerakan Pramuka, prinsip dasar dan metode kepramukaan, serta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Gerakan Pramuka.
“Selain itu mereka akan dapatkan materi teknik kepramukaan yaitu simpul, tali temali, pioneering, dan lain-lain. Materi lain itu soal manajemen Gugus Depan dan satuan Pramuka, metode pembelajaran untuk Pramuka Penggalang, penyusunan program latihan, kegiatan di alam terbuka (outbound, penjelajahan, dan lain-lain), api unggun dan upacara-upacara dalam Pramuka,” tutupnya.
Penulis: Sello Jome

