Bajawa, VoxNTT.com – PT Rika Lima Permai, perusahaan asal Kabupaten Ngada, secara resmi telah dibubarkan berdasarkan Akta Pembubaran Perseroan Terbatas (PT) Nomor 22 tertanggal 22 Juli 2025.
Pembubaran tersebut dilakukan di hadapan Notaris Alberto Herman Johanes Dopo di Kabupaten Ngada.
Dalam akta tersebut, Direktur Utama PT Rika Lima Permai, Fransiskus Tiwu, ditunjuk sebagai likuidator, yakni pihak yang bertanggung jawab menyelesaikan seluruh urusan aset dan kewajiban perusahaan baik kepada kreditur, mitra usaha serta pihak lain yang berkepentingan dalam PT Rika Lima Permai seperti yang termaktub dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UUPT).
Menurut Fransiskus, notaris mewajibkan pembubaran PT Rika Lima Permai diumumkan secara terbuka termasuk melalui publikasi pemberitaan sebagai bagian dari prosedur hukum yang berlaku di Indonesia.
“Tujuan publikasi ini agar semua pihak mengetahui bahwa PT Rika Lima Permai sudah dibubarkan sekaligus menjadi informasi kepada semua pihak yang merasa memiliki hubungan hukum dengan perusahaan kami dapat mengajukan keberatan dalam 10 hari ke depan,” ujarnya.
Menurut Fransiskus, publikasi ini sangat penting untuk melindungi hak para kreditur, mitra usaha, maupun pihak ketiga lainnya terhadap PT Rika Lima Permai selama perusahaan tersebut mulai didirikan pada tahun 2019.
Penulis: Patrianus Meo Djawa

