Ruteng, VoxNTT.com – Kamis, 31 Juli 2025 menjadi hari yang penuh makna bagi Stefanus Epang. Setelah sepuluh tahun mengabdi sebagai guru honorer, ia akhirnya menerima Surat Keputusan (SK) sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) tahap I tahun 2024, di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai.
“Puji Tuhan akhirnya saya menerima SK P3K. Saya sudah 10 tahun mengabdi, tetap saya jalani, saya syukuri selama ini, dan akhirnya penantian panjang itu bisa terwujud pada hari ini,” ujar Stefanus, penuh haru, usai menerima SK.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Manggarai atas perhatian terhadap para tenaga honorer di daerah tersebut.
Menurut Stefanus, pemerintah daerah telah membuka jalan selebar-lebarnya bagi para guru honorer untuk beralih status menjadi P3K.
Stefanus, yang kini telah dikaruniai dua anak, menceritakan perjuangan panjangnya hingga akhirnya lolos seleksi.
Ia mengaku telah berulang kali gagal dalam tes CPNS maupun P3K sebelumnya. Perjalanan yang berliku sempat membuatnya berpikir untuk mundur dari dunia pendidikan.
“Sempat rencana ingin membuka usaha. Karena penghasilan sebagai guru tidak cukup untuk menafkahi keluarga,” kisahnya.
Namun, niat itu ia urungkan. Keyakinannya untuk tetap bertahan sebagai pendidik akhirnya membuahkan hasil pada formasi tahap I tahun 2024 ini.
Secara keseluruhan, sebanyak 1.244 ASN P3K tahap I menerima SK yang diserahkan langsung oleh Bupati Manggarai, Herybertus G.L Nabit, dalam sebuah seremoni di halaman kantor Bupati, Kamis pagi.
“Hari ini puncak dari segala kerinduan, karena itu saya mengajak kita semua untuk berterima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Bupati Hery dalam sambutannya.
Politikus PDI Perjuangan itu juga mengingatkan agar para penerima SK menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
“Mari kita sama-sama melayani masyarakat Manggarai dengan sepenuh hati, dan sepenuh jiwa,” lanjut Hery.
Ia menekankan pentingnya menjaga integritas sebagai bagian dari birokrasi pemerintahan.
“Jadi kalau sudah didalam birokrasi jaga amanah itu dengan baik. Kalau ada yang sudah didalam tapi tidak jaga amanah yang sudah diberikan maka pintu terbuka untuk keluar, karena masih banyak orang membutuhkan amanah itu,” tegasnya.
Kontributor: Isno Baco

