Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Dari Garis Kemiskinan ke NTT Mart: Upaya Pemerintah Melki-Johni Tingkatkan Ekonomi Daerah
NTT NEWS

Dari Garis Kemiskinan ke NTT Mart: Upaya Pemerintah Melki-Johni Tingkatkan Ekonomi Daerah

By Redaksi4 Agustus 20253 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena saat memberikan sambutan pada acara penyerahan izin Edar Produk UMKM dukung Program one Village One Product NTT di Aula Kantor Bupati Manggarai Barat, Senin, 14 Juli 2025 (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, VoxNTT.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merilis data terbaru terkait kondisi kemiskinan di wilayah tersebut per Maret 2025.

Dalam laporan yang dirilis, tercatat bahwa jumlah penduduk miskin di NTT mencapai 1.088,78 ribu orang atau sekitar 1,09 juta jiwa, dengan tingkat kemiskinan sebesar 18,6 persen.

Angka ini menunjukkan adanya penurunan signifikan dibandingkan periode sebelumnya, yakni September 2024.

Dalam enam bulan, jumlah penduduk miskin turun sebanyak 19,2 ribu orang. Secara persentase, penurunan tersebut mencapai 0,42 persen.

Meski terjadi penurunan jumlah penduduk miskin, BPS juga mencatat adanya kenaikan garis kemiskinan di NTT.

Pada Maret 2025, garis kemiskinan per kapita tercatat sebesar Rp549.607, naik 2,93 persen dibandingkan September 2024.

Adapun komposisi garis kemiskinan terdiri dari 75,75 persen pengeluaran untuk komoditas makanan, dan 24,25 persen untuk komoditas bukan makanan.

“Jika dibandingkan grafik garis kemiskinan berdasarkan wilayah perkotaan dan pedesaan, menunjukan bahwa garis kemiskinan di wilayah perkotaan lebih tinggi dibandingkan wilayah pedesaan,” jelas Kepala BPS NTT, Matamira B Kale, dikutip dari Kupang News.

Melki-Johni Dorong Transformasi Ekonomi NTT

Merespons situasi tersebut, Pemerintah Provinsi NTT di bawah kepemimpinan Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena dan Wakil Gubernur Johanis Asadoma yang dikenal dengan pasangan Melki-Johni, terus menggencarkan berbagai terobosan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“NTT dalam pemerintahan Melki-Johni sejak awal dengan tagline ‘Ayo Bangun NTT’ mengajak partisipasi dan keterlibatan, kebersamaan dengan semua pihak yang bisa bekerja sama untuk bangun NTT di berbagai sektor,” kata Melki kepada VoxNtt.com pada Senin, 4 Agustus 2025.

Beberapa sektor prioritas yang menjadi fokus pemerintah saat ini mencakup pertanian, peternakan, perikanan, kelautan, pariwisata, hingga energi baru terbarukan.

Sebagai bagian dari upaya penguatan ekonomi lokal, Melki-Johni menggulirkan program One Village One Product (OVOP) yang kini berkembang menjadi One Community One Product.

Melalui pendekatan ini, desa, kelurahan, dan komunitas-komunitas seperti gereja, masjid, sekolah, serta kelompok masyarakat lainnya diharapkan dapat menghasilkan produk unggulan masing-masing.

“Minimal satu produk dari satu desa/kelurahan, sekarang menjadi juga One Community One Product, ya satu komunitas, satu produk dari gereja, dari masjid, dari kelompok-kelompok tertentu, dari sekolah juga dan seterusnya,” jelas Melki.

Pemerintah juga tengah menyiapkan NTT Mart, sebuah platform pemasaran produk lokal yang dirancang untuk memperluas akses pasar bagi hasil produksi masyarakat.

Produk yang dihasilkan tak lagi dijual dalam bentuk mentah, melainkan melalui proses hilirisasi yang menambah nilai jual.

“Jadi kawasan ini kita tidak jual mentah, sekarang kita bikin dalam bentuk hilirisasi, ada nilai tambah. Kita buat menjadi setengah jadi atau jadi, lalu kita buat juga pasar sendiri lewat NTT Mart,” kata politisi Golkar itu.

Melki menegaskan komitmennya untuk memperluas jangkauan pasar produk NTT hingga ke luar provinsi melalui dukungan jaringan diaspora, sambil terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, instansi vertikal, dan sektor swasta.

“Kita terus kolaborasikan sinergi antar-pihak untuk memastikan bahwa pembangunan di berbagai sektor ini bisa kita gerakkan dengan baik dan dengan kebersamaan, partisipasi dan sinergi banyak pihak,” ujarnya.

Melki menekankan bahwa transformasi ekonomi NTT bertumpu pada hilirisasi produk lokal agar memberikan nilai tambah yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kemudian kalau sampai ini kita jual mentah kita buat dia hilirisasi, buat dia menjadi setengah jadi atau jadi sehingga nilai tambah bisa dimiliki oleh masyarakat NTT,” tegas Melki.

Ia menambahkan, pendekatan ekonomi daerah saat ini tak lagi berhenti di tahap produksi bahan mentah, melainkan mengarah pada proses produksi bernilai tinggi yang siap bersaing di pasar.

“Panen kemudian kita olah, kita kemas dulu baru kita jual, sehingga nanti harganya lebih maksimal, keuntungannya bagi para  petani, nelayan, peternak ataupun orang yang memproduksi dari NTT, terima kasih,” tutup Melki. [VoN]

Emanuel Melkiades Laka Lena Gubernur NTT Melki - Johni Melki Laka Lena
Previous ArticleLabuan Bajo Dinobatkan Jadi Kota Pramuka
Next Article Benny Harman: Kekuasaan Uang Akan Kalah dengan Kekuatan Rakyat

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.