Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Feature»Aroma Busuk di Jantung Kota, Potret Kumuh Pasar Inpres Ruteng
Feature

Aroma Busuk di Jantung Kota, Potret Kumuh Pasar Inpres Ruteng

By Redaksi17 Agustus 202510 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pasar Inpres Ruteng ada aroma tak sedap. Foto diambil pada Sabtu, 16 Agustus 2025 (Foto: Berto Davids/VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNTT.com – Aroma amis langsung menyeruak begitu kaki menginjak pelataran Pasar Inpres Ruteng. Matahari belum tinggi di Sabtu pagi, 16 Agustus 2025, namun udara sudah dipenuhi bau menyengat, perpaduan sisa ikan, sayur busuk, dan genangan air hitam dari drainase yang tersumbat.

Di ujung utara pasar, kendaraan lalu-lalang dan transaksi antara pedagang dan pembeli tampak sibuk seperti biasa. Tak ada pembatasan untuk pedagang maupun pengunjung; meskipun bau tak sedap menyelimuti kawasan ini, Pasar Inpres tetap menjadi salah satu pusat perbelanjaan utama di Kota Ruteng.

Warga biasa menyebutnya “pasar ikan”. Setiap hari, tempat ini selalu ramai. Namun, nyaris di setiap sudutnya becek dan kumuh. Air sisa pembuangan dari lapak-lapak ikan mengalir bebas ke lantai pasar, mempertegas kesan tak terurus.

Bau busuk terasa pekat, menempel di hidung, sulit dihindari. Bagi pengunjung, terutama yang baru pertama kali datang, aroma menyengat ini seperti menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman berada di Pasar Inpres Ruteng.

Anita, yang rumah keluarganya di Cepang Satar Tacik, Kecamatan Langke Rembong, datang berlibur ke Manggarai, sempat mengunjungi Pasar Inpres Ruteng.

Berbicara dengan VoxNtt.com siang itu, Anita menyebut Pasar Ruteng kumuh, becek dan bau tak sedap.

Air sisa pembuangan dari lapak ikan menggenangi hampir seluruh area, dan bau menyengat dari drainase yang kotor membuatnya buru-buru menyelesaikan belanja sambil menutup hidung.

“Baunya saya tidak tahan, apalagi dicampur becekan air ikan, jadi tercium aroma tak sedap. Kalau yang sudah sering kesini mungkin bisa tahan, tetapi saya tidak, maunya cepat pulang,” ujar Anita.

Drainase di Pasar Inpres Ruteng yang tak bekerja optimal (Foto: Berto Davids/VoxNtt.com)

Tak hanya pasar ikan, pasar sayur yang disatukan dengan tempat penjualan daging dan ayam pedaging juga memunculkan aroma tak sedap.

Bagi pengunjung yang sering ke situ menggangap aroma pasar bukan hal baru, tetapi bagi pengunjung baru aroma tersebut seakan tak memberi ruang untuk bernapas.

Sisa sayur dan kotoran ayam pedaging terhampar di sudut-sudut dan menumpuk di drainase hingga pembuangannya jadi tersumbat.

Dedi Mali, seorang warga yang sedang menunggu istrinya berbelanja di tempat parkir Pasar Inpres Ruteng sangat menyayangkan kondisi pasar.

Ia melihat setumpuk kotoran tersumbat di drainase, ditambah becekan kecil dan sisa-sisa penjualan yang berserakan.

“Jadi lihatnya kotor, aroma tak sedap muncul khusus yang dari pasar ikan terus ke pasar sayur, tetapi kalau agak ke dalam seperti di tempat penjualan pakaian aroma busuknya kurang, mendingan agak baik dari pada yang bagian bawah,” ungkap Dedi sembari bilang ke Wartawan agar bisa menulis khusus tentang kebersihan pasar.

“Harus disorot terkait kebersihan. Saya kalau dengan istri ke pasar saya lebih memilih untuk tunggu di luar dari pada ikut masuk ke dalam, aromanya busuk. Tolong ini diperhatikan,” tambah pria asal Manggarai Timur yang berdomisili di Ruteng itu.

Sampah sisa pembuangan yang menumpuk di drainase (Foto: Berto Davids/VoxNtt.com)

Kondisi Drainase yang Buruk

Kondisi drainase di Pasar Inpres Ruteng juga sangat memprihatinkan. Pembuangan akhir sama sekali belum memadai, sampah sisa pembuangan ikan yang bertumpuk membuat drainase tidak bekerja maksimal, ditambah terdapat sejumlah titik kerusakan parah

Pantauan VoxNtt.com, drainase di pasar ikan tak berfungsi secara optimal, konstruksinya pecah, air ikan dan sampah yang bertumpuk terpaksa harus tergenang lama sambil menunggu air hujan turun untuk menggeser tumpukan kumuh itu.

Saat ini drainase di Pasar Inpres Ruteng terus menjadi tempat pembuangan sisa-sisa kotoran ikan

Masalah utama terletak pada kondisi drainase yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Endapan lumpur dan tumpukan sampah dibiarkan menumpuk tanpa penanganan.

Tercatat ada ratusan meter saluran drainase, mulai dari area pasar sayur hingga pasar ikan, yang mengalami kerusakan. Selain konstruksinya yang pecah di sejumlah titik, saluran ini juga dipenuhi sampah yang menghambat aliran air.

Salma, seorang penjual ikan di Pasar Inpres Ruteng mengaku bahwa air sisa ikannya dibuang ke drainase dan menumpuk di situ.

Ia juga prihatin terhadap kondisi drainase yang pecah. Pembuangan akhirnya juga tidak jelas hingga membuat sisa kotoran ikan bertumpuk dan menimbulkan aroma tak sedap.

Salma mengaku, tidak ada pilihan lain untuk membuang air sisa ikan ke drainase. Sebab tak ada tempat lain yang lebih baik untuk membuangnya.

“Mau buang di mana lagi terpaksa ke drainase itu saja. Memang tidak jalan karena salurannya rusak, jadinya sisa kotoran ikan menumpuk seperti ipung,” ujar Salma sambil tertawa.

Ia menambahkan, kotoran ikan baru bisa terendap jika hujan turun sehingga aliran air bisa bekerja dengan baik. Namun kalau tidak hujan, maka kotoran akan tetap menumpuk.

“Maunya hujan, kalau tidak hujan maka kotorannya menumpuk,” ungkap wanita paruh baya yang saat ini berdomisili di Cunca Lawar itu.

Pasar sayur yang digabungkan dengan tempat penjualan ayam pedaging. (Foto: Berto Davids/VoxNtt.com)

Pengelolaan Sampah yang Tak Teratur

Tak hanya sistem drainase yang buruk, pengelolaan sampah di Pasar Inpres Ruteng juga masih kurang baik membuat kondisi pasar terlihat kumuh.

Nyaris tak ada tempat sampah khusus yang disiapkan sehingga para pedagang maupun pengunjung seenaknya membuang sampah sembarangan.

Tahun 2019 silam memang ada pemberian tong sampah dari komunitas Gerakan Masyarakat Peduli Sampah (GMPS), sebuah gerakan yang berdiri tanggal 16 Januari 2019 atas dasar realese Kementrian Lingkungan Hidup yang menobatkan Ruteng sebagai kota terkotor.

Tetapi sekarang tempat sampah yang diberikan oleh GMPS itu nyaris tak terlihat di beberapa sudut Pasar Inpres Ruteng.

Anggota DPRD Kabupaten Manggarai, Arlan Nala turut berkomentar terkait kebersihan Pasar Inpres Ruteng.

Ia mengatakan, kondisi pasar saat ini sangat kumuh, sampah berserakan di mana-mana, drainase tidak berjalan secara optimal.

“Saya baru saja pulang dari pasar dan memperhatikan bagaimana sampah berserakan, kotor dan bau,” ujar Arlan menjawab VoxNtt.com, Sabtu siang.

Anggota Komisi B DPRD Manggarai ini pun mendorong pemerintah agar serius dan fokus terhadap penataan pasar, terutama kondisi drainase dan tempat pembuangan sampah.

“Maksudnya jangan biarkan sampah berserak terlalu lama di pasar, apalagi sampah basah bekan ikan, daging, sayur dan hewan,” ungkap mantan aktivis GMNI Makassar itu.

Selain merusak pemandangan, menurut Arlan, kondisi pasar yang penuh dengan sampah itu dapat mencemarkan lingkungan, polusi udara dan mengganggu kesehatan pengunjung.

Karena itu kegiatan kontrol dan pengawasan di pasar harus menjadi sebuah rutinitas dari petugas. Bukan tunggu momen tertentu saja.

Dengan pengawasan rutin, tambah mantan penyiar Radio itu, pedagang maupun pengunjung akan terbiasa dan sadar dengan sendirinya tentang kebersihan.

Politisi Partai Demokrat ini juga menyoroti sistem penataan parkir di Pasar Inpres Ruteng, baik parkir kendaraan pengunjung maupun pedagang.

Ia meminta pemerintah untuk kembali mengatur tempat parkir yang baik karena disitu ada petugas retribusi yang sedang bertugas.

“Begitu juga dengan juru parkir jangan hanya mengatur kendaraan tetapi mengatur tempat posisi parkir yang baik karena semua ada retribusinya,” ungkap Arlan.

Tak ada tempat sampah di Pasar Inpres Ruteng, sampah berserakan. (Foto: Berto Davids/ VoxNtt.com)

Dampak terhadap Kesehatan

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Gabriel Amir berbicara terkait dampak terhadap kesehatan manusia bila sering berada di lingkungan jorok.

Amir mengatakan, lingkugan jorok dapat menyebabkan dampak negatif terhadap kesehatan, seperti diare, tifoid, asma, bronkitis, infeksi kulit, stres, gangguan mental, kanker, jantung dan penyakit lainnya.

Karena itu, ia meminta para pedagang ataupun pengunjung Pasar Inpres Ruteng untuk lebih meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kebersihan.

“Kalau untuk Pasar Inpres Ruteng sangat cocok karena kelamaan berada di lingkungan jorok dapat menyebabkan dampak negatif,” ujarnya.

Amir menambahkan, faktor paling tinggi yang mempengaruhi dampak lingkungan jorok adalah kualitas air dan kualitas udara.

Kualitas air yang buruk dapat meningkatkan risiko penyakit infeksi dan kualitas udara yang buruk dapat menyebabkan kerusakan sistem pernapasan dan risiko penyebaran penyakit lainnya.

Salah satu cara untuk mengatasi dampak lingkungan yang kotor adalah dengan meningkatkan kebersihan lingkungan melalui pengelolaan sampah yang baik, serta memperbaiki kualitas air dan udara dengan cara mengendalikan polusi.

Tak Berpengaruh terhadap Omzet

Meski demikian, kondisi Pasar Inpres Ruteng yang kumuh dan busuk itu tidak berpengaruh pada omset para pedagang.

Seorang ibu pedagang sayur, Maria Efiani Sira mengaku tetap mendapat omzet stabil meski kondisi pasar yang kotor dan jorok.

Pengunjung atau pembeli masih sering mendatangi stannya untuk berbelanja sayur, ikan maupun bawang putih dan bawang merah.

“Pasar kotor ini bukan hal baru, jadi semua masih butuh ikan dan sayur, orang pasti mau datang beli. Yang bilang pasar kotor dan bau itu mungkin orang luar yang baru datang kesini, kalau kami sudah biasa. Jadi jualan kami sangat tidak berpengaruh terhadap lingkungan pasar yang kotor, omzet per hari biar sedikit tetap dapat,” tutur Maria.

Sementara itu, pihak CV Lalong Tana sebagai mitra strategis pemerintah yang dipercayakan untuk mengolah dan menata Pasar Inpres Ruteng berjanji akan mengadakan tempat sampah baru untuk pedagang.

CV Lalong Tana ini merupakan pihak pemenang tender yang dipercayakan oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai untuk membangun pintu masuk, tempat parkir serta perbaikan kembali drainase yang rusak di Pasar Inpres Ruteng.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Badan Pendapatan dan Dinas Perhubungan menggandeng CV Lalong Tana sebagai pihak ketiga sedang fokus membersihkan pasar.

Direktur CV Lalong Tana, Nanek Malok berkomentar terkait sampah dan kebersihan Pasar Inpres Ruteng.

Ia mengaku sudah melakukan sosialisasi dengan pemilik stan pasar untuk pengadaan tempat sampah.

CV Lalong Tana siap membeli dan mengadakan tong sampah baru untuk pasar.

“Nanti lihat ke depan, memang kami ada sosialisasi dengan pemilik stan untuk pengadaan tempat sampah, tetapi mereka mau beli sendiri dulu katanya. Nanti kami tetap usaha beli untuk pasar,” tutur Nanek.

Ia juga sangat prihatin terhadap kondisi Pasar Inpres Ruteng sekarang. Menurut dia kebersihan harus menjadi prioritas utama di pasar.

Sementara untuk drainase, Nanek bilang sedikit demi sedikit sudah ada perbaikan. Pihaknya juga akan fokus pada kerusakan agar air bisa mengalir dengan baik dan drainase bekerja maksimal.

“Untuk drainase sudah ada perbaikan pakai dana pribari. Pelan-pelan sudah ini ke depan, ” kata pria asal Karot Ruteng itu.

Sebelumnya upaya Pemerintah Kabupaten Manggarai untuk menjaga kebersihan Pasar Inpres Ruteng terus berjalan dari waktu ke waktu.

Kurang lebih sudah tiga hari, Pemda Manggarai melalui Badan Pendapatan dan Dinas Perhubungan menggandeng pihak ketiga CV Lalong Tana turun membersihkan Pasar Inpres Ruteng.

Kegiatan pembersihan itu di-backup langsung oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran dibawa kepemimpinan Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah, Tiransius Kamilius Otwin Wisang.

Pembersihan dimulai dari akses pintu masuk terus merapat ke beberapa lapak penjualan.

Para penjual ikan yang berjualan di dekat akses jalan masuk sengaja dipindahkan sementara ke tempat lain demi perluasan area tempat parkir.

Puing-puing sampah dan saluran air juga tak luput dari aksi pembersihan yang berlangsung pada Rabu, 6 Agustus 2025 lalu itu.

Kepala Bidang Perhubungan Darat Dishub Kabupaten Manggarai, Agustinus Dalur mengatakan, pembersihan pasar ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang lebih nyaman bagi penjual dan pembeli.

Lingkungan pasar ini, kata Agustinus, akan dibangun pintu masuk dan tempat parkir bagi para pembeli untuk menciptakan kenyamanan di area pasar, sehingga kegiatan pembersihan akan terus dilakukan dalam minggu ini.

Pihaknya juga melibatkan CV Lalong Tana sebagai pihak ketiga yang akan menjadi pengelolah pasar, khususnya tempat parkir dan akses pintu masuk nantinya.

“Hari ini juga ada pihak ketiga CV Lalong Tana yang dilibatkan dalam kegiatan pembersihan. CV ini akan bertanggung jawab terhadap proyek pembangunan pintu masuk dan tempat parkir di pasar Ruteng,” kata Agustinus.

“Hari ini sudah kurang lebih tiga hari kami menata pasar Ruteng. Tadi penjual ikan yang berjualan di area masuk kami sengaja geser kesana untuk perluasan area parkir,” tambah dia.

Air sisa pembuangan ikan yang tidak dialirkan ke drainase. (Foto: Berto Davids/ VoxNtt.com)

Dukung Langkah Pemda

Direktur CV Lalong Tana, Nanek Malok turut mendukung langkah Pemda Manggarai mendandan kembali pasar Ruteng agar terlihat bersih dan nyaman.

Nanek mengatakan, kehadiran mereka sebagai pihak ketiga merupakan bentuk tanggung jawab dalam mendukung kepercayaan yang diberikan oleh Pemda Manggarai untuk membangun pintu masuk dan tempat parkir di lingkungan pasar.

CV Lalong Tana juga akan menjadi pihak yang berkontribusi penuh atas kenyamanan dan kebersihan pasar, khususnya penyediaan tempat parkir dan pintu masuk.

Dengan dibangunnya tempat parkir dan pintu masuk yang baik, kata Nanek, sedikit demi sedikit tenaga kerja akan terserap, pungutan retribusi akan berjalan dengan lancar.

Ini salah satu wujud nyata CV Lalong Tana mendukung Pemda Manggarai serta berkontribusi atas kenyamanan pasar.

“Kalau sudah dibangun tempat parkir dan akses pintu masuk yang baik lingkungan pasar akan terlihat nyaman, cleaning service ada, juru parkirnya nanti juga ada, retribusi untuk PAD juga pasti berjalan lancar,” ungkap Nanek.

Penulis: Berto Davids

Kabupaten Manggarai Manggarai Pasar Inpres Ruteng Pasar Ruteng
Previous ArticleUndana Adalah Rumah Kita Bersama
Next Article Merancang Pengalaman Belajar yang Personal

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Rumah Warga di Cibal Barat Ambruk Diterpa Hujan dan Angin Kencang

5 Maret 2026
Terkini

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Memburu “Hantu”, Memukul Manusia, dan Psikologi Sosial

6 Maret 2026

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.