Labuan Bajo, VoxNTT.com- Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, melakukan audiensi langsung dengan Menteri Transmigrasi RI, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara di Jakarta Selasa 26 Agustus 2025.
Dalam audiensi itu, HPL transmigrasi di Kabupaten Manggarai Barat dibicarakan.
Bupati Edi berada di Jakarta Bersama Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM Manggarai Barat, Theresia P. Asmon dan Kepala Bidang Penyelesaian Hubungan Industrial dan Transmigrasi, Andreas Paleng.
Kepala Dinas Theresia menjelaskan, saat melakukan audiensi dengan Bupati Edi, Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara didampingi oleh Dirjen PPKT (Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi).
“Pak Menteri didampingi Pak Dirjen PPKT. Sedangkan Pak Bupati bersama saya dengan Pak Kabid PHIT,” jelas Kadis Theresia kepada VoxNtt.com, Rabu, 27 Agustus 2025
Dalam audiensi itu, lanjut Kadis Theresia, Bupati Edi bicara terkait penyelesaian HPL Transmigrasi juga penguatan dan pembangunan lokasi transmigrasi yang sudah ditempatkan warga di Manggarai Barat.
Sesuai Surat Keputusan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI no 132 tahun 2019, di Kabupaten Manggarai Barat ditetapkan sebagai Kawasan Transmigrasi dengan nama kawasan Komodo Sano Nggoang.
Adapun wilayah transmigrasi yang selama ini sudah ditempatkan warga di Kabupaten Manggarai Barat adalah transmigrasi Nggorang di Desa Macang Tanggar, tepatnya di Desa Persiapan Golo Tanggar dan di Longge, Desa Raba, Kecamatan Macang Pacar.
Menteri Transmigrasi RI, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, kata Kadis Theresia, menyambut baik apa yang disampaikan Bupati Edi.
“Pak Menteri menyambut dengan sangat baik. Karena sejalan dengan tujuan transmigrasi saat ini,” jelasnya.
Menurut kadis Theresia, Menteri Iftitah menilai bahwa transmigrasi saat ini bukan lagi tentang memindahkan orang, tapi bagaimana wilayah transmigrasi menjadi kawasan yang berkembang sesuai potensi wilayahnya.
“Pak Menteri menyebut Labuan Bajo sebagai daerah dengan potensi pariwisata. Maka kawasan transmigrasi harus menjadi kawasan yang mendukung pariwisata itu,” jelas Kadis Theresia.
Menteri Iftitah, dalam audiensi itu juga memberi saran untuk menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, di mana kemitraan itu harus memberi manfaat sebesar-besarnya untuk warga transmigrasi.
Pada kesempatan itu, lanjut Kadis Theresia, Menteri Iftitah juga menjelaskan tentang Team Expedisi Patriot yang baru saja dilepasnya untuk melakukan penelitian guna mengeksplore potensi kawasan transmigrasi di beberapa wilayah di Indonesia, termasuk di Manggarai Barat.
“Pak Menteri juga menyampaikan, baru saja melepaskan tim expedisi Patriot yang melibatkan banyak perguruan tinggi negeri di Indonesia, yang ditugaskan ke semua daerah yang memiliki kawasan transmigrasi, termasuk Manggarai Barat, untuk meneliti, mengexplore potensi kawasan transmigrasi yang bisa dikembangkan ke depannya,” tutup Kadis Theresia.
Penulis: Sello Jome

