Kupang, VoxNTT.com – Balai Pembangunan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur (NTT) menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung dan menyukseskan ajang balap sepeda Tour De EnTeTe yang dijadwalkan digelar pada akhir September 2025.
Hal ini disampaikan oleh Kepala BPJN NTT, Janto Mangiri pada Jumat, 29 Agustus 2025. Ia menegaskan bahwa saat ini BPJN tengah berkonsentrasi pada pekerjaan pendukung guna menyukseskan ajang tersebut.
“Beberapa kali intens rakor dengan Pemda. Kami siap untuk mendukung,” ujar Janto.
Janto menyebutkan, pagu anggaran tahun 2025 di BPJN NTT mencapai Rp 674,5 miliar. Anggaran tersebut dialokasikan untuk berbagai pekerjaan seperti preservasi, pembangunan jalan dan jembatan, serta dukungan manajemen dan teknis. Sebagian besar anggaran digunakan untuk kegiatan fisik yang dikerjakan oleh tujuh satuan kerja (satker), termasuk SKPD.
“Progresnya fisik saat ini sudah 44,74%, masih di atas progres fisik Bina Marga,” katanya.
Terkait pelaksanaan Tour De EnTeTe, Janto menjelaskan bahwa hampir seluruh rute yang akan dilintasi para pembalap merupakan jalan nasional.
“Sepanjang 1.181 KM melewati jalan nasional. Kondisi sekarang, saat ini kami masih fokus untuk penutupan lubang, paling lambat 4 September sudah tertutup,” ujarnya.
Lebih lanjut, BPJN juga menyiapkan berbagai sarana pendukung dan pengamanan untuk menjamin keselamatan peserta lomba.
“Kami sudah sampaikan ke Gubernur selain lubang juga akan siapkan lampu dan pagar pengaman di titik-titik rawan longsor. Terlebih khusus di wilayah Flores. Di sana masih berproses untuk dikerjakan,” jelasnya.
Selain infrastruktur jalan, Janto mengatakan, pihaknya sedang berkoordinasi dengan panitia penyelenggara terkait penyediaan rambu-rambu berstandar nasional.
“Kita menyiapkan alat berat di lokasi yang rawan longsor. Semua kami maksimalkan selesai sebelum tanggal 4 September. Kami siap mendukung dengan kemampuan kami,” tukasnya.
Sementara itu, Gubernur NTT, Melki Laka Lena, sebelumnya menyampaikan bahwa event Tour De EnTeTe 2025 merupakan langkah strategis untuk mempromosikan potensi pariwisata NTT di kancah nasional maupun internasional.
Melki menekankan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah provinsi, kabupaten, swasta, TNI/Polri, serta masyarakat.
Ia juga menjelaskan bahwa penggunaan anggaran akan dikonsultasikan secara menyeluruh dengan aparat penegak hukum guna menghindari potensi pelanggaran.
“Soal anggaran, arahan pemerintah pusat karena ini event besar yang melibatkan mancanegara dan Indonesia, maka Pemerintah Provinsi NTT akan konsultasi dengan kepolisian dan kejaksaan mengenai penggunaan anggaran pemerintah. Sehingga anggaran yang digunakan pas dan tidak terjadi pelanggan di kemudian hari,” ungkap Melki.
Sebanyak 20 tim balap sepeda dari mancanegara dan dalam negeri, dengan total sekitar 100 orang, diperkirakan akan melintasi 17 kabupaten/kota di NTT. Kabupaten yang tidak dilalui oleh para pembalap tetap akan menggelar kegiatan serupa guna merayakan semangat Tour De EnTeTe.
Melki berharap, event ini tidak hanya menjadi ajang olahraga semata, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi daerah.
“Event ini dampaknya besar, tidak saja bagi dunia olahraga pembalap sepeda, tapi juga pariwisata dan ekonomi. Hasil UMKM akan dijual pada titik-titik yang ditentukan,” ungkap Melki.
Penulis: Ronis Natom

