Ruteng, VoxNTT.com – Event balap sepeda internasional Tour de EnTeTe dijadwalkan akan tiba di Kabupaten Manggarai pada 20 September 2025 mendatang. Kompetisi balap sepeda profesional ini menandai awal dari perjalanan panjang 10 etape yang melintasi tiga pulau besar di Nusa Tenggara, yakni Timor, Sumba, dan Flores yang digelar pada 10 hingga 21 September 2025.
Sebelum mencapai Manggarai, para pembalap akan memulai etape dari Taman Kartini Bajawa, Kabupaten Ngada, dan akan finish di Natas Labar Ruteng, Kabupaten Manggarai. Keesokan harinya, pada 21 September 2025, peserta akan memulai etape kesepuluh dengan titik start di Kantor Bupati Manggarai dan finish di Kantor Bupati Manggarai Barat, Labuan Bajo.
Namun demikian, kondisi cuaca di Kabupaten Manggarai dalam sepekan terakhir belum bersahabat. Meskipun belum ada peringatan dini mengenai potensi bencana longsor, Stasiun Meteorologi Frans Sales Lega Manggarai tetap mengeluarkan prakiraan cuaca tiga hari ke depan.
Dalam rilis yang dikeluarkan, disebutkan bahwa mulai 17 hingga 19 September 2025, wilayah Manggarai berpotensi mengalami hujan ringan disertai petir dari siang hingga sore hari, dengan kecepatan angin berkisar antara 2–20 km/jam.
Selain itu, tinggi gelombang maksimum di wilayah perairan seperti Utara Flores, Selat Sumba bagian timur, dan Laut Sawu bagian utara juga diperkirakan cukup tinggi, yakni 1,25 meter pada 17 September, dan meningkat menjadi 2,5 hingga 4 meter pada 18–19 September.
Stasiun Meteorologi pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengantisipasi potensi dampak dari kondisi cuaca ekstrem, terutama di wilayah-wilayah yang rawan terdampak.
Tak hanya di Manggarai, daerah lain yang dilintasi Tour De EnTeTe juga menghadapi kendala serupa. Cuaca buruk, longsor, dan erupsi Gunung Lewotobi menyebabkan perubahan rute pada beberapa etape.
Etape keenam yang sebelumnya direncanakan melintasi Larantuka menuju Maumere, serta etape ketujuh dari Maumere ke Ende, terpaksa diubah. Kini, etape keenam diganti menjadi Tambolaka menuju Waingapu, dan etape ketujuh menjadi Mbay menuju Ende.
Meski menghadapi tantangan cuaca, Pemerintah Kabupaten Manggarai memastikan kesiapan menyambut para peserta Tour De EnTeTe.
Pelaksana Harian Sekretaris Daerah (Sekda) Manggarai, Lambertus Paput menyatakan, seluruh persiapan telah dilakukan dengan matang.
“Pada intinya pemerintah siap menjamu para peserta,” ujar Lambertus, Rabu, 17 September 2025.
Selama berada di Manggarai, lanjut Lambertus, para peserta akan disuguhkan berbagai kuliner lokal yang merupakan hasil produk UMKM dan ekonomi kreatif. Beberapa kuliner tersebut berasal dari pelaku usaha seperti Ketilo, Dapur Sehati, Loka Antara, DITE, Kioz-kaoz d’boston, dan De’Naca.
“Sebelum memulai stage kesepuluh mereka akan disugkan dengan berbagai kuliner yang telah disedakan,” kata Lambert.
Penulis: Berto Davids

