Ruteng, VoxNTT.com – Kondisi trotoar di Ruteng, Ibu Kota Kabupaten Manggarai yang seharusnya menjadi tempat nyaman untuk pejalan kaki terlihat sudah rusak.
Seperti dipantau Voxntt.com, kondisi trotoar yang rusak itu tidak hanya pada satu titik tetapi di beberapa titik dalam Kota Ruteng.
Dari arah Karot menuju Kantor Dishub Manggarai ada beberapa titik yang rusak, kemudian dari arah SMA Karya menuju Kantor DPRD juga ada beberapa titik yang rusak.
Selain itu, trotoar depan Taman Kota dan belakang Asrama Polisi juga lebih parah terjadi kerusakan.
Kadang pejalan kaki lebih memilih menapaki sisi jalan raya dari pada melintas di jalur trotoar yang rusak itu.
Selain karena garong penutup saluran airnya rubuh dan guiding bloknya hilang, ķondisi trotoarnya memang sangat membahayakan pejalan kaki.
Pada tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Dinas Pekerjaan Umum akan mengucurkan dana ratusan juta untuk merevitalisasi atau memperbaiki trotoar yang rusak itu.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Manggarai, Don Bosco mengatakan, kegiatan revitalisasi trotoar ini merupakan upaya pengembalian fungsi jalan untuk pejalan kaki agar bisa normal.
Ia menyebut, dari beberapa titik yang rusak ada dua jalur yang menjadi prioritas utama untuk direvitalisasi atau diperbaiki, yakni depan Taman Kota menuju Kantor PKK terus Kantor Dinas Perpustakaan dan jalur belakang Asrama Polisi.
Dua paket kegiatan revitalisasi trotoar dalam wilayah Ibu Kota Kabupaten Manggarai itu, kata Bosco, sudah berkontrak dan bahkan mulai action lapangan.
Sementara pelaksana untuk dua paket kegiatan itu dikerjakan oleh CV. Langke Rana dengan nilai kontrak sebesar Rp494.594.000 per volume 260 meter dan CV. Selfiano Karya dengan nilai kontrak Rp399.985.000 per volume 280 meter.
“Semuanya bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dengan total sebesar Rp894.579.000,” ujar Bosco, Rabu, 17 September 2025.
Pejabat Pembuat Komitmen, Maria menambahkan, saat ini kegiatan patok sudah dilaksanakan, dan sekarang masuk dalam tahap proses pelaksanaan.
Maria juga menjelaskan, pekerjaan penataan trotoar tersebut meliputi pengadaan, pengangkutan, dan pemasangan batu andesit sebagai lantai trotoar serta guiding block atau ubin pemandu sebagai jalur difabel atau tunanetra sesuai standar teknis.
“Konsepnya memberikan kenyamanan bagi semua kalangan masyarakat, termasuk ramah difabel. Jadi untuk gambarnya, kami sesuaikan dengan trotoar eksisting yang sudah ada,” jelasnya.
Penulis: Berto Davids

