SoE, VoxNTT.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mendorong agar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 Gerakan Kebangunan Rohani (GKR) di SoE, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), dikembangkan menjadi gerakan One Village One Product (OVOP) sebagai upaya pemberdayaan ekonomi jemaat dan komunitas.
Hal ini disampaikan Gubernur Melki dalam sambutannya pada acara HUT ke-60 GKR yang berlangsung di GOR Nekmese SoE, Jumat, 26 September 2025.
Menurut Melki, peristiwa iman yang melatarbelakangi GKR memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi wisata religius yang berkelanjutan.
Ia menekankan pentingnya memanfaatkan momentum spiritual ini untuk pengembangan produk-produk lokal yang mendukung pemberdayaan ekonomi.
“Kita bisa menjadikan kegiatan ini menjadi bagian dari pemberdayaan ekonomi jemaat, pemberdayaan ekonomi komunitas, di mana komunitas kelompok doa kita, kelompok gereja di sekitar sini, dan juga komunitas-komunitas yang kita bangun bisa memiliki produk yang bisa nanti dipersembahkan dalam hal ini,” ujarnya.
Selain aspek ekonomi, Gubernur Melki juga mengajak umat untuk merenungkan makna pelayanan yang lebih luas, tidak hanya terbatas pada kegiatan di dalam gereja, tetapi juga melalui kehadiran nyata di tengah masyarakat.
“Tema perayaan tahun ini ‘saling mengasihi’, artinya kita semua diajak untuk berefleksi bahwa kasih bukan sekedar perasaan. Kasih adalah tindakan nyata yang tumbuh dari iman, kebajikan, dan dinyatakan dalam persaudaraan,” imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Bupati TTS, Johny Army Konoy, menyatakan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten terhadap kegiatan GKR yang dinilai membawa dampak positif bagi masyarakat.
“Semoga Pemkab TTS dapat mengalokasikan anggaran untuk mendukung kegiatan ini pada tahun-tahun selanjutnya,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Gerakan Kebangunan Rohani (GKR) merupakan peristiwa rohani yang terjadi pada 26 September 1965 di SoE, di mana terjadi peristiwa luar biasa yakni air berubah menjadi anggur. Sejak saat itu, gerakan ini telah melahirkan banyak pelayan Injil yang tersebar ke berbagai daerah di Indonesia bahkan hingga mancanegara.
Peringatan HUT ke-60 GKR tahun ini dihadiri oleh sekitar 8.000 peserta dan para penginjil dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Timor Leste, Malaysia, Belanda, Australia, Tiongkok, dan Singapura.
Penulis: Herry Mandela

